Riauterdepan.com Seorang mantan pasukan khusus Amerika Serikat (AS) menghadapi hukuman seumur hidup karena te" />
Minggu, 29 November 2020
Follow:  
www.riauterdepan.com  
 
Akui Jadi Mata-mata Rusi
Mantan Pasukan Khusus AS: Pengaruh Amerika Perlu Dikurangi
Kamis, 19-11-2020 - 10:21:42 WIB

Riauterdepan.com Seorang mantan pasukan khusus Amerika Serikat (AS) menghadapi hukuman seumur hidup karena telah menjadi mata-mata Rusia.


Ia adalah Peter Rafel Dzibinski Debbins. Lelaki 45 tahun itu merupakan mantan perwira Green Barets dari Angkatan Darat AS yang mengaku bersalah karena menjadi mata-mata Rusia.


Departemen Kehakiman AS pada Rabu (18/11) mengatakan, Debbins menghadapi hukuman maksimal seumur hidup sesuai dengan UU Spionase pada Februari lalu.


Asisten Jaksa Agung John Demers mengatakan, Debbins mengakui dia telah melanggar kepercayaan tertinggi negara dengan memberikan informasi keamanan nasional yang sensitif kepada Rusia.


"Debbins mengkhianati sumpahnya, negaranya, dan anggota tim Pasukan Khususnya dengan maksud untuk merugikan Amerika Serikat dan membantu Rusia," kata Demers.


Debbins mengaku telah berhubungan dengan intelijen Rusia selama hampir 15 tahun. Itu dimulai ketika ia masih mahasiswa dan melakukan kunjungan ke Rusia sebagai bagian dari program studi pada 1996.


Dikutip dari Radio Free Europe, ibu Debbins lahir di Uni Soviet. Debbins pun bertemu dengan istrinya di Chelyabinsk dan menikah di sana pada 1997.


"Pada 1997, Debbins diberi kode nama oleh agen intelijen Rusia dan menandatangani pernyataan yang membuktikan bahwa dia ingin mengabdi pada Rusia," kata Departemen Kehakiman.


Dalam dakwaannya, Debbins disebut mengatakan kepada intelijen Rusia bahwa pengaruh AS terlalu dominan di dunia sehingga perlu dikurangi.


Debbins pada awalnya menolak tawaran untuk dibayar 1.000 dolar AS pada setiap informasi yang dia berikan. Tapi ia kemudian menerimanya.


Ia bahkan pernah menerima sebotol Cognac dan seragam militer Rusia sebagai pembayaran.


Sebelum bergabung dengan Green Barets, Debbins bertugas di unit kimia. Di sana, ia memberikan informasi rahasia mengenai aktivitasnya kepada agen intelijen Rusia.


Debbins juga memberi intelijen Rusia nama-nama sejumlah mantan anggota tim pasukan khususnya sehingga para agen dapat mengevaluasi apakah mereka dapat diajak untuk bekerja sama. 




 
Berita Lainnya :
  • Polisi Datangi Rumah Habib Rizieq Malam-malam
  • Luar Biasa, Letkol TNI Laode Jaga Keamanan Negara dengan Tahajud
  • Rencana Besar Erdogan Membangun Turki Raya Lewat Neo-Ottoman
  • India Siap Produksi 100 Juta Dosis Vaksin Sputnik-V Per Tahun
  • Mucikari Tawarkan Jasa Artis ST Dan SH Rp 110 Juta Sekali Kencan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Warga NU dan Anshor Diimbau Tak Ikut Demo Tangkap Ahok
    2 Sebelum Membunuh, Ferhat Sempat Antar Istri ke Pasar
    3 Puluhan Ambulans Siaga di Pantai Nongsa Batam
    4 Saat Depan Istana Mencekam: Asap Membubung dan Kobaran Api di Jalanan
    5 Ini Lokasi Titik-titik Api yang Masih Menyala, Termasuk di Taman Aspirasi
    6 Turun Temui Demonstran, Kemeja Wiranto Terciprat Darah
    7 Ahok Minta Pengunggah Video Terkait Al Maidah Diperiksa
    8 Kepalah SMAN 4 Pekanbaru Short Course ke Korsel bersama Kemendikbud
    9 Menang Pilpres, Donald Trump Berjanji Akan Jadi Presiden Bagi Semua Warga AS
    10 Pria Ini Enam Kali Cabuli Anak Tirinya Berumur 9 Tahun, Korban Diiming-imingi Uang Rp 5000
     
    Galeri Foto | Advertorial | Rohil | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 RIAUTERDEPAN.COM, All Rights Reserved
    replica watchesreplica rolex watches