Kamis, 25 Februari 2021
Follow:  
www.riauterdepan.com  
 
Buntut Menumpuknya Sampah di Pekanbaru
Polisi akan Periksa DLHK, Tersangka Segera Dikantongi
Sabtu, 16-01-2021 - 12:25:31 WIB

Riauterdepan.com PEKANBARU - Buntut bobroknya pengelolaan sampah di Pekanbaru membuat sampah menumpuk di berbagai tempat, kondisi ini terindikasi ada tindak pidana.


Bobroknya pengelolaan sampah di Pekanbaru, membuat polisi bergerak menegakkan hukum sesuai undang-undang, maka polisi akan memeriksa DLHK dan segera menetapkan tersangka.


Calon tersangka dalam kasus bobroknya pengelolaan sampah di Pekanbaru itu masih dirahasiakan kepolisian, namun polisi sudah memeriksa 20 orang saksi


Jadi, kasus bobroknya pengelolaan sampah di Pekanbaru, saat ini sedang ditangani oleh penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau.


Aparat kini sedang mencari indikasi terjadinya dugaan tindak pidana dalam kasus tersebut.


Bahkan penanganan perkaranya sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan.


Direktur Reskrimum Polda Riau Kombes Pol Teddy Ristiawan mengatakan, langkah untuk menangani kasus ini dilakukan setelah terjadi penumpukan sampah di beberapa titik di Kota Pekanbaru.


Penumpukan sampah terjadi di jalanan, pasar, dan di depan kios atau toko.


Kondisi ini tak ayal menimbulkan keresahan di masyarakat.


Dalam proses penanganan perkara, penyidik sudah meminta keterangan 20 orang saksi, baik dari masyarakat yang terdampak, ahli lingkungan dan ahli pidana.


Dari keterangan dan data yang terkumpul, dilakukan gelar perkara dan kasus ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. 


"Setelah gelar perkara, terhitung 15 Januari 2021, kasus ditingkatkan ke penyidikan," sebut Teddy dalam kegiatan jumpa pers, Jumat (15/1/2021).


Disinggung soal calon tersangka, Teddy menyatakan nanti jika sudah ada, akan segera diumumkan.


"Saya tidak mau berandai-andai, tidak mau meramalkan. Kita tunggu saja proses penyidikan.


Mudah-mudahan seminggu atau dua minggu ke depan, sudah ada gambaran siapa calon tersangkanya," tegasnya.


Teddy mengungkapkan, dalam perkara ini, untuk menjerat tersangkanya, pihaknya menerapkan Pasal 40 atau Pasal 41 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2018 Tentang Pengelolaan Sampah.


"Pasal 40, ancaman hukuman 4 tahun penjara denda 100 juta sedangkan Pasal 41 ancaman hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp100 juta," urainya.


Teddy mengatakan, pihaknya juga akan mengagendakan pemeriksa terhadap sejumlah pihak.


Termasuk dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru.


"Untuk pihak-pihak dari DLHK pemeriksaan dilakukan Senin  (18/1/2021 ) depan.


Kadis, Kabid dan pihak swasta," tuturnya.


Sumber: pekanbaru.tribunnews.com




 
Berita Lainnya :
  • Megahnya 'Istana Firdaus' di Tenayan Raya Pekanbaru
  • 79 Napi Tewas Dalam Kerusuhan di Penjara
  • Israel Tegaskan Akan Lakukan Apa Saja Untuk Hadapi Nuklir Iran
  • Dada Addie MS Sesak Setelah Dengar 4 Nakes Jadi Tersangka Usai Mandikan Jenazah
  • Naik Mobil, Jokowi Picu Kerumunan saat Berkunjung ke NTT
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Warga NU dan Anshor Diimbau Tak Ikut Demo Tangkap Ahok
    2 Sebelum Membunuh, Ferhat Sempat Antar Istri ke Pasar
    3 Puluhan Ambulans Siaga di Pantai Nongsa Batam
    4 Saat Depan Istana Mencekam: Asap Membubung dan Kobaran Api di Jalanan
    5 Ini Lokasi Titik-titik Api yang Masih Menyala, Termasuk di Taman Aspirasi
    6 Turun Temui Demonstran, Kemeja Wiranto Terciprat Darah
    7 Ahok Minta Pengunggah Video Terkait Al Maidah Diperiksa
    8 Kepalah SMAN 4 Pekanbaru Short Course ke Korsel bersama Kemendikbud
    9 Menang Pilpres, Donald Trump Berjanji Akan Jadi Presiden Bagi Semua Warga AS
    10 Pria Ini Enam Kali Cabuli Anak Tirinya Berumur 9 Tahun, Korban Diiming-imingi Uang Rp 5000
     
    Galeri Foto | Advertorial | Rohil | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 RIAUTERDEPAN.COM, All Rights Reserved
    replica watchesreplica rolex watches