Wartariau.com ROKANHILIR
Sabtu, 06 Maret 2021
Follow:  
www.riauterdepan.com  
 
Tanah Timbun Ilegal, Kadis Akui
Kadis DLHK Rohil Terancam Pidana, Tanah Timbun Hutan Kota Ilegal
Selasa, 16-02-2021 - 22:07:37 WIB

Wartariau.com ROKANHILIR – Maraknya terjadi Usaha galian C illegal di Kabupaten Rokan Hilir, hinga saat ini tidak

ada kebijakan dan usaha nyata dari pemerintah setempat, bahkan persoalan ini

sudah memakan korban Rakyat kecil yang tidak mengetahui duduk persoalan.


Bahkan sebagai mata pencaharian mereka sehari-hari mengarap mengambil tanah

timbun dilahan mereka merupaka pelangaran jika tidak memiliki ijin galian C,

warga Masyarakat ini diponis oleh pengadilan Negeri kabutan Rokan Hilir bersalah

dengan Hukuman Kurangan badan.


Namun sayang nya berbeda dengan pemerintah kabupaten Rokan Hilir setiap saat

memanpaatkan tanah timbun ini namun tidak mendapat kan saksi apa-apa sebagai

mana yang telah kita konfirmasi ke Kadis DLHK Rohil Suwandi beliau juga

mengatakan kok dinas kami saja yang disorot pada hal Dinas Kimperaswil dan dina

lain nya juga ,mengunakan tanah timbun yang sama yakni tanah timbun illegal.


Setelah menelusuri masalah maraknya Usaha Galian C illegal di kawasan Rokan

Hilir (Rohil), terjawab sudah, ternyata:


“Tidak satupun Usaha Galian C di Rohil yang memiliki izin resmi dari

pemerintah,” ujar Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Riau,

Dr. Indra Agus Lukman, AP.,M.Si melalui surat resmi tertanggal 21 Januari 2021.


Penjelasan ini, sekaligus mengindikasikan dugaan tindakan pidana atas

penimbunan Hutan Kota Bagan Siapiapi, karena diduga ditimbun dari tanah galian

illegal.


“Ancamannya sangat jelas, bagi yang menampung (membeli), menggunakan,

pengangkutan, dan menjual, diancam 5 tahun kurungan dan denda Rp 100 M,” ujar

Andi Nugraha, S.H., Praktisi Hukum di Bagan Siapiapi.


Dengan demikian jelas Andi, pengusaha Galian C illegal, Kontraktor serta

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rohil, yang terlibat dalam aktivitas penimbunan

Hutan Kota Bagan Siapiapi, berpeluang terancam pidana penjara 5 Tahun denda Rp

100 M.


“Jadi, pembangunan Hutan Kota Bagan Siapiapi, jika memang ditimbun dari

Tanah Galian C illegal, masalah ini tidak main-main. Ini pidana berat,”

tegasnya.


Andi menjelaskan, Undang – Undang Nomor 4 Tahun 2009, yang diubah dalam

Undang – Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba adalah Konstitusi yang

mengatur Usaha Galian C.


“Petunjuk Teknisnya diatur dalam PP Nomor 23 Tahun 2010 tentang: Pelaksanaan

Kegiatan Usaha Pertambangan Minerba,” tambahnya.


Sedangkan Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2009 tuturnya, mengatur tentang

Pajak dan Retribusi-nya. “Jadi, sekali lagi saya jelaskan. Masalah Usaha Galian

C illegal, memang tidak sederhana. Tindakan ini disanksi pidana berat,”

katanya.


Andi kemudian, menyampaikan analisisnya. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020,

Pasal 161 jelasnya, mengancam pidana 5 tahun penjara bagi: Setiap orang

yang menampung, mamanfaatkan, melakukan pengolahan dan/atau pemurnian,

pengembangan dan/atau pemanfaatan, pengangkutan, penjualan mineral dan/atau

batu bara yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB atau izin

sebagaimana dimaksud dalam pasal 35 ayat 3 huruf C dan huruf G, pasal 104 atau

pasal 105, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling

banyak Rp 100 Miliar (Seratus Miliar rupiah).


Selain itu, kata Andi, apabila ada indikasi suatu proyek pembangunan

menggunakan material dari penambangan tidak berizin, maka kontraktornya juga

bisa dipidana.


“Ancamannya berdasarkan aturannya bagi yang menampung (membeli),

menggunakan, pengangkutan, dan menjual, diancam 5 tahun kurungan dan denda Rp

100 M,” tegas Andi Nugraha.


Ironisnya, Kadis LH Rohil Suwandi, ketika dimintai konfirmasi mengakui,

tindakannya itu menyalahi hukum.


“Ya gimana lagi, Proyek harus segera diselesaikan,” kata Suwandi, kepada

awak media, diruang kerjanya, Rabu (27/1) silam.**




 
Berita Lainnya :
  • Rajin Bangun Jam 3-5 Pagi? Berarti Kamu Beruntung. Ini Penjelasannya
  • Tabrakan dengan Mobil di Jalan Sudirman, Kakek di Pekanbaru Tewas
  • Disebut Kegiatan Ilegal, KLB Tetapkan Moeldoko Sebagai Ketua Umum Demokrat
  • Lari ke Hutan, Lalu Ditembak, Ternyata Pria Ini Bawa 40 Kg Sabu dan 50 Ribu Butir Ekstasi
  • Marzuki Alie 'Disergap' Saat Hendak Hadiri KLB Partai Demokrat
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Warga NU dan Anshor Diimbau Tak Ikut Demo Tangkap Ahok
    2 Sebelum Membunuh, Ferhat Sempat Antar Istri ke Pasar
    3 Puluhan Ambulans Siaga di Pantai Nongsa Batam
    4 Saat Depan Istana Mencekam: Asap Membubung dan Kobaran Api di Jalanan
    5 Ini Lokasi Titik-titik Api yang Masih Menyala, Termasuk di Taman Aspirasi
    6 Turun Temui Demonstran, Kemeja Wiranto Terciprat Darah
    7 Ahok Minta Pengunggah Video Terkait Al Maidah Diperiksa
    8 Kepalah SMAN 4 Pekanbaru Short Course ke Korsel bersama Kemendikbud
    9 Menang Pilpres, Donald Trump Berjanji Akan Jadi Presiden Bagi Semua Warga AS
    10 Pria Ini Enam Kali Cabuli Anak Tirinya Berumur 9 Tahun, Korban Diiming-imingi Uang Rp 5000
     
    Galeri Foto | Advertorial | Rohil | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 RIAUTERDEPAN.COM, All Rights Reserved
    replica watchesreplica rolex watches