senen, 14/06/2021
Follow:  
www.riauterdepan.com  
 
Pimpinan Militer Ambil Alih Jabatan PM
Pimpinan Militer Myanmar Ambil Alih Jabatan Perdana Menteri
senen, 14/06/2021

Riauterdepan.com BANGKOK - Penguasa militer Myanmar Min Aung Hlaing telah mengambil peran sebagai perdana menteri dalam pemerintahan sementara yang baru dibentuk, demikian dilaporkan media pemerintah. pada Minggu (1/8/2021). Langkah ini diambil enam bulan setelah junta militer merebut kekuasaan dari pemerintah sipil Myanmar.
Dalam pidatonya pada Minggu, Min Aung Hlaing mengulangi janji untuk mengadakan pemilihan pada 2023 dan mengatakan pemerintahannya siap untuk bekerja dengan utusan regional masa depan di Myanmar.
Pengumuman dan pidato itu datang tepat enam bulan setelah tentara melakukan kudeta dan merebut kekuasaan Myanmar pada 1 Februari. Kudeta itu terjadi menyusul pemilihan umum yang dimenangkan oleh partai berkuasa Aung San Suu Kyi, yang diklaim militer curang.
Min Aung Hlaing telah memimpin Dewan Administrasi Negara (SAC) yang dibentuk tepat setelah kudeta dan yang telah menjalankan pemerintahan Myanmar sejak saat itu. Pemerintahan sementara akan menggantikan SAC.
“Untuk menjalankan tugas negara dengan cepat, mudah dan efektif, dewan administrasi negara telah dibentuk kembali sebagai pemerintah sementara Myanmar,” kata seorang pembaca berita di televisi negara Myawaddy sebagaimana dilansir Reuters.
Dalam pidatonya, Min Aung Hlaing mengulangi janji untuk memulihkan demokrasi, dengan mengatakan, "Kami akan menyelesaikan ketentuan keadaan darurat pada Agustus 2023".
Tak lama setelah kudeta, para pemimpin junta menjanjikan pemilihan umum baru dalam waktu dua tahun. Rujukan pada Minggu hingga Agustus 2023 ditafsirkan oleh beberapa media lokal sebagai perpanjangan jangka waktu enam bulan.
Min Aung Hlaing juga mengatakan pemerintahannya akan bekerja dengan utusan khusus yang ditunjuk oleh Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Para menteri luar negeri ASEAN akan bertemu pada Senin (2/8/2021), ketika para diplomat mengatakan mereka bertujuan untuk menyelesaikan utusan khusus yang ditugaskan untuk mengakhiri kekerasan dan mempromosikan dialog antara junta dan lawan-lawannya.
Otoritas militer telah menghadapi protes berbulan-bulan, pemogokan yang melumpuhkan sektor publik dan swasta, dan kebangkitan konflik bersenjata di perbatasan. Pihak berwenang telah mencap lawan mereka sebagai teroris.
Kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik menuduh angkatan bersenjata membunuh 939 orang dalam menekan perbedaan pendapat sejak kudeta dan mengatakan sedikitnya 6.990 lawan militer telah ditangkap.
Militer mengatakan jumlah pengunjuk rasa yang tewas jauh lebih rendah dan anggota angkatan bersenjata juga tewas dalam kekerasan. Dikatakan tanggapannya telah memenuhi norma-norma internasional dalam menghadapi ancaman terhadap keamanan nasional.

Sumber: okezone.com





 
Berita Lainnya :
  • Korupsi Dana Desa 4 Tahun, Penghulu Sungai Majo Pusako Ditahan Kejari Rohil
  • Istirahat Ditepi Sungai Batu Enam Bagansiapiapi, Seorang Nelayan Dimakan Buaya
  • Jenazah Suster Gabriela Dimakamkan di Jayapura, Pratu Ida Bagus Dibawa ke Kalbar
  • Erick Thohir Buka-bukaan soal Utang PTPN Rp 43 Triliun: Ini Korupsi Terselubung!
  • Habis Vaksin Covid-19 Tak Ada Efek Samping, Apakah Antibodi Tak Bekerja?
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Warga NU dan Anshor Diimbau Tak Ikut Demo Tangkap Ahok
    2 Sebelum Membunuh, Ferhat Sempat Antar Istri ke Pasar
    3 Puluhan Ambulans Siaga di Pantai Nongsa Batam
    4 Saat Depan Istana Mencekam: Asap Membubung dan Kobaran Api di Jalanan
    5 Ini Lokasi Titik-titik Api yang Masih Menyala, Termasuk di Taman Aspirasi
    6 Turun Temui Demonstran, Kemeja Wiranto Terciprat Darah
    7 Ahok Minta Pengunggah Video Terkait Al Maidah Diperiksa
    8 Kepalah SMAN 4 Pekanbaru Short Course ke Korsel bersama Kemendikbud
    9 Menang Pilpres, Donald Trump Berjanji Akan Jadi Presiden Bagi Semua Warga AS
    10 Pria Ini Enam Kali Cabuli Anak Tirinya Berumur 9 Tahun, Korban Diiming-imingi Uang Rp 5000
     
    Galeri Foto | Advertorial | Rohil | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 RIAUTERDEPAN.COM, All Rights Reserved
    replica watchesreplica rolex watches