Kamis, 25 Februari 2021
Follow:  
www.riauterdepan.com  
 
Dokter di Palembang Wafat Setelah Vaksin
Dokter di Palembang Wafat Sehari Setelah Disuntik Vaksin Covid-19
Sabtu, 23-01-2021 - 22:59:36 WIB

Riauterdepan.com PALEMBANG -- JF (49), seorang dokter di Palembang, Sumatera Selatan, ditemukan tak bernyawa dalam mobilnya, Jumat (22/1/2021). JF ditemukan wafat sehari setelah menjalani suntik vaksin Covid-19.


Dikutip dari Kompas.com, jasad JF ditemukan warga dalam mobilnya yang terparkir di sebuah minimarket di Jalan Sultan Mansyur, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.


Warga langsung menghubungi pihak kepolisian. Selanjutnya polisi membawa jenazah JF ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk dilakukan visum.


Menurut informasi, sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, JF mengikuti proses vaksinasi Covid-19.Dari hasil pemeriksaan luar, dokter forensik menemukan bintik merah pendarahan yang disebabkan kekurangan oksigen di sekitar mata, wajah, tangan dan dada.


''Diduga sakit jantung, bukan karena vaksin. Memang sehari sebelumnya korban ini sempat disuntik vaksin,'' kata dokter forensik RS M Hasan Bhayangkara Palembang, Indra Nasution, melalui telepon, Sabtu (23/1/2021).


Indra mengatakan, penyuntikan vaksin dan kematian korban tidak ada hubungannya sama sekali.


Sebab, proses vaksinasi dilakukan melalui penyuntikan, sehingga apabila ada reaksi, maka akan timbul dengan cepat.


Seluruh indonesia kaget! Diabetes mudah diobati (lihat di sini)


''Korban divaksin Kamis, meninggal diperkirakan Jumat. Kalau disuntik, pasti reaksinya lebih cepat. Kalau menurut saya, ini bukan karena vaksin, tapi jantung,'' ujar Indra.


Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Palembang Yudhi Setiawan membenarkan bahwa JF disuntik vaksin Covid-19 pada Kamis (21/1/2021).


Menurut Yudhi, setelah disuntik vaksin, dokter JF tidak menunjukkan reaksi apapun, sehingga dipastikan aman.


''Setelah disuntik itu ditunggu 30 menit. Selama itu, korban ini tidak menunjukkan gejala apapun, sehingga ini dipastikan bukan karena divaksin, tapi sakit jantung sesuai hasil pemeriksaan forensik. Kami imbau tenaga kesehatan tidak takut divaksin, karena kematiannya tidak ada hubungan sama sekali dengan vaksin,'' ujar Yudhi.***




 
Berita Lainnya :
  • Megahnya 'Istana Firdaus' di Tenayan Raya Pekanbaru
  • 79 Napi Tewas Dalam Kerusuhan di Penjara
  • Israel Tegaskan Akan Lakukan Apa Saja Untuk Hadapi Nuklir Iran
  • Dada Addie MS Sesak Setelah Dengar 4 Nakes Jadi Tersangka Usai Mandikan Jenazah
  • Naik Mobil, Jokowi Picu Kerumunan saat Berkunjung ke NTT
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Warga NU dan Anshor Diimbau Tak Ikut Demo Tangkap Ahok
    2 Sebelum Membunuh, Ferhat Sempat Antar Istri ke Pasar
    3 Puluhan Ambulans Siaga di Pantai Nongsa Batam
    4 Saat Depan Istana Mencekam: Asap Membubung dan Kobaran Api di Jalanan
    5 Ini Lokasi Titik-titik Api yang Masih Menyala, Termasuk di Taman Aspirasi
    6 Turun Temui Demonstran, Kemeja Wiranto Terciprat Darah
    7 Ahok Minta Pengunggah Video Terkait Al Maidah Diperiksa
    8 Kepalah SMAN 4 Pekanbaru Short Course ke Korsel bersama Kemendikbud
    9 Menang Pilpres, Donald Trump Berjanji Akan Jadi Presiden Bagi Semua Warga AS
    10 Pria Ini Enam Kali Cabuli Anak Tirinya Berumur 9 Tahun, Korban Diiming-imingi Uang Rp 5000
     
    Galeri Foto | Advertorial | Rohil | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 RIAUTERDEPAN.COM, All Rights Reserved
    replica watchesreplica rolex watches