riautetdepan.com Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran mengungkap fakta bahwa kesehatan mental orang-orang " />
Minggu, 29 November 2020
Follow:  
www.riauterdepan.com  
 
Menteri Kesehatan Olivier Veran Akui
Warga Prancis Terkena Gangguan Kejiwaan Akibat Penguncian Kedua Covid-19
Jumat, 20-11-2020 - 11:25:22 WIB

Riauterdepan.com Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran mengungkap fakta bahwa kesehatan mental orang-orang di Prancis memburuk selama penguncian Covid-19 kedua. Mereka didera kecemasan di tengah ketidakpastian pandemi.


Itu dikatakan Veran saat menggelar konferensi pers mingguannya pada Kamis (19/11) waktu setempat, yang dibuka dengan penilaian suram tentang bagaimana virus - dan dua penguncian berikutnya - telah berdampak pada kesejahteraan mental orang-orang.


"Kesehatan mental orang Prancis memburuk secara signifikan antara akhir September dan awal November," kata Veran, seperti dikutip dari AFP, Jumat (20/11).


"Ada peningkatan akibat sindrom depresi dalam beberapa pekan terakhir, untuk semua profil sosio-demografis. Tampaknya ini sangat menonjol di antara orang-orang dengan kesulitan keuangan, usia 18-24 tahun dan, mereka yang menderita gangguan kejiwaan," lanjutnya.


Itu disampaikan Veran mengkonfirmasi komentar yang dibuat pada hari Selasa oleh Jerome Salomon, pejabat tinggi kesehatan masyarakat negara itu, yang berbicara tentang peningkatan signifikan gejala depresi.


"Dampak psikologis dari pandemi dan dari penguncian itu nyata," lanjut menteri kesehatan, yang juga berbicara tentang peningkatan kecemasan yang signifikan di Prancis sejak akhir Agustus.


Namun, ada tanda-tanda bahwa penguncian kedua negara itu berhasil. Itu dibuktikan dengan angka terbaru yang menunjukkan jumlah pasien Covid-19 di rumah sakit telah menurun selama tiga hari berturut-turut, bersama dengan jumlah pasien dalam perawatan intensif.


Pada hari Kamis (19/11) Prancis memiliki 32.345 rawat inap pasien virus corona di mana 4.653 berada dalam perawatan intensif.  


Sejak dimulainya pandemi, lebih dari dua juta orang di Prancis telah terinfeksi virus tersebut, menjadikan negara itu yang terburuk keempat setelah Amerika Serikat, India, dan Brasil.


Korban tewas akibat Covid-19 di Prancis sekarang mencapai 47.127. Negara itu melaporkan 21.150 kasus baru virus dalam 24 jam terakhir.


Presiden Emmanuel Macron mengatakan jumlah kasus harian harus turun di bawah 5.000 sebelum pemerintah dapat mulai mengurangi pembatasan terbaru secara signifikan.


Penguncian Covid-19 kedua Prancis, yang dijuluki penyelesaian ulang, akan berakhir pada 1 Desember mendatang. 




 
Berita Lainnya :
  • Polisi Datangi Rumah Habib Rizieq Malam-malam
  • Luar Biasa, Letkol TNI Laode Jaga Keamanan Negara dengan Tahajud
  • Rencana Besar Erdogan Membangun Turki Raya Lewat Neo-Ottoman
  • India Siap Produksi 100 Juta Dosis Vaksin Sputnik-V Per Tahun
  • Mucikari Tawarkan Jasa Artis ST Dan SH Rp 110 Juta Sekali Kencan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Warga NU dan Anshor Diimbau Tak Ikut Demo Tangkap Ahok
    2 Sebelum Membunuh, Ferhat Sempat Antar Istri ke Pasar
    3 Puluhan Ambulans Siaga di Pantai Nongsa Batam
    4 Saat Depan Istana Mencekam: Asap Membubung dan Kobaran Api di Jalanan
    5 Ini Lokasi Titik-titik Api yang Masih Menyala, Termasuk di Taman Aspirasi
    6 Turun Temui Demonstran, Kemeja Wiranto Terciprat Darah
    7 Ahok Minta Pengunggah Video Terkait Al Maidah Diperiksa
    8 Kepalah SMAN 4 Pekanbaru Short Course ke Korsel bersama Kemendikbud
    9 Menang Pilpres, Donald Trump Berjanji Akan Jadi Presiden Bagi Semua Warga AS
    10 Pria Ini Enam Kali Cabuli Anak Tirinya Berumur 9 Tahun, Korban Diiming-imingi Uang Rp 5000
     
    Galeri Foto | Advertorial | Rohil | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 RIAUTERDEPAN.COM, All Rights Reserved
    replica watchesreplica rolex watches