Minggu, 29 November 2020
Follow:  
www.riauterdepan.com  
 
Donald Trump: Tidak Akan Menemukan Vaksin Hingga Empat tahun Lagi
Donald Trump: Jika Bukan Karena Saya, Anda Tidak Akan Menemukan Vaksin Hingga Empat tahun Lagi
Sabtu, 21-11-2020 - 13:55:11 WIB

Riauterdepan.com Presiden AS Donald Trump kembali mengulang pernyataan yang sama soal klaim kecurangan pemilu. Dalam briefing hariannya pada Jumat (20/11) waktu setempat, Trump juga mengkritik pengumuman kemanjuran vaksin yang sengaja diperlambat sebagai upaya untuk membuatnya terjungkal dari lawannya Joe Biden.


Trump secara terang-terangan menyebut raksasa farmasi Pfizer menunda pengumuman hasil positif dari uji coba vaksin Covid-19 itu untuk merusak peluangnya.


“Big Pharm memasang iklan negatif jutaan dolar terhadap saya selama kampanye - yang saya menangkan. Tapi, Anda tahu, kami akan menyelidikinya,” kata Trump di Gedung Putih, seperti dikutip dari US News, Sabtu (21/11).


“'Farmasi Besar' melawan kami. Kami juga memiliki media yang menentang kami. Kami memiliki teknologi besar yang melawan kami. Kami memiliki banyak ketidakjujuran terhadap kami,” lanjut Trump.


Trump menyebut, jika bukan karena dirinya, Tidak akan pernah ada vaksin yang ditemukan di AS.


“Pfizer dan yang lainnya jauh lebih maju dalam hal vaksin. Anda tidak akan mendapatkan vaksin selama empat tahun lagi jika bukan karena saya, karena FDA tidak akan pernah dapat melakukan apa yang mereka lakukan - apa yang saya paksa mereka lakukan,” ungkapnya.


Dalam pidatonya Trump juga menuding perusahaan yang telah mengumumkan tingkat kemanjuran tinggi untuk kandidat vaksin virus corona telah memainkan ‘permainan korup’.


"Permainan korup ini tidak akan menghalangi kita melakukan apa yang benar untuk rakyat Amerika," kata presiden.


Ini adalah pertama kalinya Trump berbicara kembali di depan umum dalam seminggu, dan seperti acara terakhirnya, dia kembali tidak menjawab satu pun pertanyaan wartawan.


Trump telah banyak dikritik karena telah mengabaikan pandemi virus corona yang memburuk dan malah sibuk membantah hasil pemilu. AS pada Kamis mencatat lebih dari 2.000 kematian akibat virus corona setiap hari untuk pertama kalinya sejak Mei.


Presiden juga telah menolak untuk mengizinkan transisi, menyebabkan penundaan yang baru-baru ini dikatakan oleh Presiden terpilih Joe Biden dapat menyebabkan lebih banyak kematian di Amerika karena virus corona.  




 
Berita Lainnya :
  • Polisi Datangi Rumah Habib Rizieq Malam-malam
  • Luar Biasa, Letkol TNI Laode Jaga Keamanan Negara dengan Tahajud
  • Rencana Besar Erdogan Membangun Turki Raya Lewat Neo-Ottoman
  • India Siap Produksi 100 Juta Dosis Vaksin Sputnik-V Per Tahun
  • Mucikari Tawarkan Jasa Artis ST Dan SH Rp 110 Juta Sekali Kencan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Warga NU dan Anshor Diimbau Tak Ikut Demo Tangkap Ahok
    2 Sebelum Membunuh, Ferhat Sempat Antar Istri ke Pasar
    3 Puluhan Ambulans Siaga di Pantai Nongsa Batam
    4 Saat Depan Istana Mencekam: Asap Membubung dan Kobaran Api di Jalanan
    5 Ini Lokasi Titik-titik Api yang Masih Menyala, Termasuk di Taman Aspirasi
    6 Turun Temui Demonstran, Kemeja Wiranto Terciprat Darah
    7 Ahok Minta Pengunggah Video Terkait Al Maidah Diperiksa
    8 Kepalah SMAN 4 Pekanbaru Short Course ke Korsel bersama Kemendikbud
    9 Menang Pilpres, Donald Trump Berjanji Akan Jadi Presiden Bagi Semua Warga AS
    10 Pria Ini Enam Kali Cabuli Anak Tirinya Berumur 9 Tahun, Korban Diiming-imingi Uang Rp 5000
     
    Galeri Foto | Advertorial | Rohil | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 RIAUTERDEPAN.COM, All Rights Reserved
    replica watchesreplica rolex watches