Kamis, 22 April 2021
Follow:  
www.riauterdepan.com  
 
Enam Negara Termasuk China Dan Rusia Siap Bertemu
Enam Negara Termasuk China Dan Rusia Siap Bertemu Bahas Kesepakatan Nuklir Iran
Jumat, 02-04-2021 - 16:06:35 WIB

Riauterdepan.com Kelanjutan pembicaraan kemungkinan kembalinya AS ke kesepakatan nuklir 2015 akan menemui babak baru. Lewat sebuah pernyataan, Uni Eropa mengatakan bahwa pejabat dari Iran, China, Rusia, Prancis, Jerman dan Inggris akan bertemu secara virtual pada Jumat (2/4) waktu setempat.


Pernyataan tersebut disampaikan UE pada Kamis (1/4), mereka mengatakan bahwa dalam pertemuan itu nantinya para peserta akan membahas kemungkinan kembalinya AS ke JCPOA.




"Para peserta akan membahas prospek kemungkinan kembalinya Amerika Serikat ke JCPOA dan bagaimana memastikan implementasi penuh dan efektif dari perjanjian tersebut oleh semua pihak," kata pernyataan itu, seperti dikutip dari CGTN, Jumat (2/4).


AS menyambut baik pengumuman itu dan mengatakan siap untuk mengambil 'langkah bersama' untuk kembali ke kesepakatan.


"Kami jelas menyambut baik ini sebagai langkah positif," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price kepada wartawan.


"Kami siap untuk kembali pada kepatuhan dengan komitmen JCPOA kami yang konsisten dengan Iran juga melakukan hal yang sama ... Kami telah mencari opsi untuk melakukannya [serangkaian langkah awal bersama], termasuk dengan percakapan tidak langsung melalui mitra Eropa kami," tambah Price.


Pertemuan online akan dipimpin oleh wakil sekretaris jenderal dan direktur politik Layanan Tindakan Eksternal Eropa (EEAS) Enrique Mora atas nama Perwakilan Tinggi Uni Eropa Josep Borrell.


JCPOA dicapai pada 2015 antara Iran dan P5 + 1: lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa - AS, China, Rusia, Inggris, dan Prancis - plus Jerman. Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Teheran setuju untuk membatalkan program senjata nuklirnya dengan imbalan penurunan sanksi ekonomi.


Namun, mantan Presiden AS Donald Trump menarik Amerika Serikat dari JCPOA pada 2018 dan memperketat sanksi terhadap Iran.


AS dan Iran berada dalam kebuntuan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir. Pemerintahan Biden mengatakan bahwa jika Iran kembali ke kepatuhan penuh dengan JCPOA, AS akan melakukan hal yang sama. Tetapi Iran bersikeras kepatuhannya hanya akan terjadi setelah sanksi AS dihapus. 




 
Berita Lainnya :
  • Suap Rp 32,4 M Yang Diterima Juliari Batubara Mengalir Ke Pihak Lainnya, Ini Daftarnya
  • Penyidik KPK Diduga Peras Walikota Tanjungbalai, Firli Bahuri: Kami Zero Tolerance Terhadap Penyimpa
  • KPK Dalami Informasi Penyidik Minta Uang Rp 1,5 M Ke Walikota Tanjungbalai Syahrial
  • Besok Disidang Perdana, Ini Dakwaan JPU KPK Kepada Juliari Batubara Dalam Korupsi Bansos
  • Polri Pastikan Jozeph Paul Zhang Tak Bisa Lari Dari Jerat Hukum Indonesia
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Warga NU dan Anshor Diimbau Tak Ikut Demo Tangkap Ahok
    2 Sebelum Membunuh, Ferhat Sempat Antar Istri ke Pasar
    3 Puluhan Ambulans Siaga di Pantai Nongsa Batam
    4 Saat Depan Istana Mencekam: Asap Membubung dan Kobaran Api di Jalanan
    5 Ini Lokasi Titik-titik Api yang Masih Menyala, Termasuk di Taman Aspirasi
    6 Turun Temui Demonstran, Kemeja Wiranto Terciprat Darah
    7 Ahok Minta Pengunggah Video Terkait Al Maidah Diperiksa
    8 Kepalah SMAN 4 Pekanbaru Short Course ke Korsel bersama Kemendikbud
    9 Menang Pilpres, Donald Trump Berjanji Akan Jadi Presiden Bagi Semua Warga AS
    10 Pria Ini Enam Kali Cabuli Anak Tirinya Berumur 9 Tahun, Korban Diiming-imingi Uang Rp 5000
     
    Galeri Foto | Advertorial | Rohil | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 RIAUTERDEPAN.COM, All Rights Reserved
    replica watchesreplica rolex watches