Kamis, 22 April 2021
Follow:  
www.riauterdepan.com  
 
Delapan Tentara Venezuela Tewas Dibunuh Kelompok Kriminal Kolombia
Operasi Berdarah, Delapan Tentara Venezuela Tewas Dibunuh Kelompok Kriminal Kolombia
Selasa, 06-04-2021 - 13:05:17 WIB

Riauterdepan.com  Delapan tentara Venezuela dilaporkan tewas selama operasi di sepanjang perbatasan untuk melawan kelompok kriminal Kolombia. Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino Lopez mengonfirmasi hal itu pada Senin (5/4) waktu setempat.


Di pihak kelompok kriminal, Padrino Lopez juga mencatat ada sembilan anggotanya yang tewas sejak bentrokan hebat yang dimulai pada 21 Maret lalu di daerah yang berbatasan dengan negara bagian Apure Venezuela.


“Hingga saat ini, sudah ada sembilan korban jiwa dari kelompok teroris ini, dan sayangnya, kami telah kehilangan delapan orang rekan dari Tentara Nasional Bolivarian (FANB),” ujarnya, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (6/4).


Selain delapan tentara Venezuela yang tewas dalam pertempuran, Padrino Lopez mengatakan 34 tentara telah menerima bantuan medis di jaringan kesehatan militer, 21 di antaranya telah dipulangkan dengan semua perawatan mereka.


Dia juga mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Venezuela, Jorge Arreaza sedang mencari mediasi PBB untuk membangun saluran komunikasi dengan pemerintah Kolombia Presiden Ivan Duque.


Padrino Lopez berpendapat bahwa pemerintah Kolombia tidak melakukan apapun untuk menyelesaikan krisis tersebut, yang menjadi alasan mengapa PBB harus melakukan intervensi.


“Di sisi itu, tidak ada, hanya absen. Tidak ada apa-apa. Sama sekali tidak ada. Saya mendengar dari pers Kolombia bahwa mereka mengaktifkan 7.000 tentara di sektor itu… Kami masih menunggu untuk melihat mereka," tambahnya.


Pada kesempatan sebelumnya, pemerintah Kolombia membantah tuduhan tersebut, juga menuduh pemerintah Venezuela melindungi para pembangkang dari kelompok gerilya FARC dan ELN.


Bentrokan dimulai setelah tentara Venezuela melancarkan Operasi Perisai Bolivar. Menurut Presiden Venezuela Nicolas Maduro, misi operasi tersebut adalah untuk melindungi perbatasan Venezuela dari "Kolombia yang ditinggalkan", yang telah menyebabkan kelompok-kelompok bersenjata menduduki daerah tersebut secara ilegal untuk tujuan perdagangan narkoba.


Sejak operasi dimulai, bentrokan hebat telah mengakibatkan lebih dari 5.000 warga Venezuela meninggalkan Apure karena ketakutan dan melintasi perbatasan ke Kolombia, sebuah situasi yang digambarkan oleh pemerintah Kolombia sebagai 'krisis kemanusiaan'.




 
Berita Lainnya :
  • Suap Rp 32,4 M Yang Diterima Juliari Batubara Mengalir Ke Pihak Lainnya, Ini Daftarnya
  • Penyidik KPK Diduga Peras Walikota Tanjungbalai, Firli Bahuri: Kami Zero Tolerance Terhadap Penyimpa
  • KPK Dalami Informasi Penyidik Minta Uang Rp 1,5 M Ke Walikota Tanjungbalai Syahrial
  • Besok Disidang Perdana, Ini Dakwaan JPU KPK Kepada Juliari Batubara Dalam Korupsi Bansos
  • Polri Pastikan Jozeph Paul Zhang Tak Bisa Lari Dari Jerat Hukum Indonesia
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Warga NU dan Anshor Diimbau Tak Ikut Demo Tangkap Ahok
    2 Sebelum Membunuh, Ferhat Sempat Antar Istri ke Pasar
    3 Puluhan Ambulans Siaga di Pantai Nongsa Batam
    4 Saat Depan Istana Mencekam: Asap Membubung dan Kobaran Api di Jalanan
    5 Ini Lokasi Titik-titik Api yang Masih Menyala, Termasuk di Taman Aspirasi
    6 Turun Temui Demonstran, Kemeja Wiranto Terciprat Darah
    7 Ahok Minta Pengunggah Video Terkait Al Maidah Diperiksa
    8 Kepalah SMAN 4 Pekanbaru Short Course ke Korsel bersama Kemendikbud
    9 Menang Pilpres, Donald Trump Berjanji Akan Jadi Presiden Bagi Semua Warga AS
    10 Pria Ini Enam Kali Cabuli Anak Tirinya Berumur 9 Tahun, Korban Diiming-imingi Uang Rp 5000
     
    Galeri Foto | Advertorial | Rohil | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 RIAUTERDEPAN.COM, All Rights Reserved
    replica watchesreplica rolex watches