Minggu, 29 November 2020
Follow:  
www.riauterdepan.com  
 
Diancam Pangliam TNI?
Siapa Yang Diancam Pangliam TNI?
Kamis, 19-11-2020 - 10:22:22 WIB

Riauterdepan.com TUGAS TNI itu sangat berat yaitu menegakkan kedaulatan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD NRI tahun 1945, dan menyelamatkan bangsa dari segala bentuk ancaman.


Karena beratnya tugas, diperlukan kualitas SDM yang memadai, yaitu jiwa yang handal, profesional dan kesehatan yang prima.


Ukuran kualitas jiwa prajurit Pancasila yang diharapkan adalah prajurit pembela kejujuran kebenaran dan keadilan. Prajurit yang setia kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD NRI tahun 1945.


Prajurit TNI yang tidak merugikan rakyat, tidak menyakiti hati rakyat, dan peduli mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya. Sehingga benar-benar dicintai rakyat.


Tugas TNI dan tugas umat Islam sebagai mayoritas, adalah sama menegakkan kedaulatan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD NKRI tahun 1945 dan menyelamatkan bangsa dari segala bentuk ancaman.


Tujuan umat Islam pada umumnya termasuk ormas-ormas pendukung HRS adalah mengembalikan kedaulatan rakyat melalui Pancasila dan UUD yang ditetapkan tanggal 18 Agustus tahun 1945.


Sangat diyakini umat Islam dan termasuk pendukung HRS bukanlah mendirikan negara berdasarkan Islam, tetapi ingin menegakkan Pancasila dan UUD 45, itu sudah dibuktikan oleh tokoh bangsa beragama Islam, dengan penuh toleransi dan rasa persatuan ketika bersepakat menetapkan butir Pancasila pada tanggal 18 Agustus 1945.


Jadi, tidaklah mungkin Panglima TNI mengancam kalangan Islam termasuk ormas pendukung HRS, karena jiwa untuk mendukung tugas adalah sama, yaitu menegakkan Pancasila, menegakkan kejujuran kebenaran dan keadilan.


Analisis di atas mungkin salah, bila jiwa Pancasila dalam tubuh prajurit TNI sudah dirubah dengan jiwa Trisila dan Ekasila.


Jadi siapa perusak persatuan dan kesatuan NKRI yang dibungkus kegiatan politik yang diancaman Panglima TNI itu.


Untuk merusak persatuan dan kesatuan bisa dilakukan dengan strategi adu domba, dengan strategi penegakan hukum yang tidak adil, dengan strategi memiskinkan rakyat.


Strategi adu domba bisa dilakukan oleh penjajah Belanda, sekarang kita masih dijajah di bidang ekonomi dan politik.


Pertanyaannya, siapa penjajah bidang ekonomi dan politik saat ini?


Silahkan jawab.


Kondisi penegakan hukum tidak adil, tebang pilih, tumpul ke atas dan tajam ke bawah.


Kami percaya karakter aparat hukum baik-baik, pertanyaannya siapa yang mengendalikan oknum aparat hukum tersebut?


Siapa perusuh perusak persatuan dan kesatuan berbungkus politik identitas.


Berbungkus politik revolusi mental, belakang ini diketahui revolusi mental dimaksud adalah revolusi mental Trisila dan Ekasila, bukan revolusi mental Pancasila.


Jadi kelompok pemecah persatuan dan kesatuan, patut diduga adalah sebagai berikut:


Mereka yang ingin merubah Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila. Mereka yang menjajah Indonesia di bidang ekonomi dan politik. Mereka yang mengendalikan oknum aparat hukum, sehingga berlaku tidak adil. Artinya mereka yang kerjaannya menyengsarakan rakyat?


Dari fakta di atas. Perusak persatuan dan kesatuan itu adalah kekuatan yang beridentitas neokomunisme, seperti juga disampaikan oleh Menlu USA Pompeo, dalam pertemuan dengan Anshor bahayanya PKC, dimana PKI berhubungan dengan PKC sudah beberapa kali berkhianat di Indonesia. Ini catatan sejarah.


Kepemimpinan dengan seni mengancam adalah seni kepemimpinan yang tidak baik, tidak sesuai jiwa Pancasila, tidak sesuai dengan jiwa sapta marga, sumpah prajurit, dan delapan wajib TNI.


Panglima TNI seharusnya mampu menyelenggarakan dialog, diskusi dan debat serta mengajak rakyat dari berbagai kalangan termasuk HRS dan tokoh  bangsa yang kritis, untuk bersinergi menyelesaikan permasalah bangsa, bukan cara ancam-mengancam.


Ingat, tentara lahir dari rakyat, harus dekat di hati rakyat, itulah pertahanan yang sesungguhnya. 


Mayjen TNI (Purn) Deddy S. Budiman

Perwakilan Forum Komunikasi Patriot Peduli Bangsa (FKP2B).




 
Berita Lainnya :
  • Polisi Datangi Rumah Habib Rizieq Malam-malam
  • Luar Biasa, Letkol TNI Laode Jaga Keamanan Negara dengan Tahajud
  • Rencana Besar Erdogan Membangun Turki Raya Lewat Neo-Ottoman
  • India Siap Produksi 100 Juta Dosis Vaksin Sputnik-V Per Tahun
  • Mucikari Tawarkan Jasa Artis ST Dan SH Rp 110 Juta Sekali Kencan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Warga NU dan Anshor Diimbau Tak Ikut Demo Tangkap Ahok
    2 Sebelum Membunuh, Ferhat Sempat Antar Istri ke Pasar
    3 Puluhan Ambulans Siaga di Pantai Nongsa Batam
    4 Saat Depan Istana Mencekam: Asap Membubung dan Kobaran Api di Jalanan
    5 Ini Lokasi Titik-titik Api yang Masih Menyala, Termasuk di Taman Aspirasi
    6 Turun Temui Demonstran, Kemeja Wiranto Terciprat Darah
    7 Ahok Minta Pengunggah Video Terkait Al Maidah Diperiksa
    8 Kepalah SMAN 4 Pekanbaru Short Course ke Korsel bersama Kemendikbud
    9 Menang Pilpres, Donald Trump Berjanji Akan Jadi Presiden Bagi Semua Warga AS
    10 Pria Ini Enam Kali Cabuli Anak Tirinya Berumur 9 Tahun, Korban Diiming-imingi Uang Rp 5000
     
    Galeri Foto | Advertorial | Rohil | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 RIAUTERDEPAN.COM, All Rights Reserved
    replica watchesreplica rolex watches