senen, 14/06/2021
Follow:  
www.riauterdepan.com  
 
KLB Deliserdang Menenggelamkan Karir Politik Moeldoko
Polemik KLB Deliserdang Akan Menenggelamkan Karir Politik Moeldoko
senen, 14/06/2021

Riauterdepana.com - Pengamat politik Tamil Selvan melihat manuver Moeldoko dengan KLB Deliserdang mencoreng muka Jokowi. Tamil menyebut polemik bisa menenggelamkan karir politik Moeldoko.
Cukup menarik mencermati manuver Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat Deli Serdang yang mendaftarkan gugatan ke PTUN atas hasil Kemenkumham karena tidak mengesahkan hasil KLB.

Komunikolog politik Tamil Selvan melihat, manuver Moeldoko dengan KLB Deliserdang hanya mencoreng muka Presiden Jokowi, dan seolah menyiratkan bahwa Jokowi ikut merestui anak buahnya itu mengobok-obok Partai Demokrat.

“Manuver Moeldoko ini mencoreng nama Jokowi, dan memunculkan opini di ruang publik, seolah Jokowi-lah yang berambisi ingin merebut Demokrat,” kata pria yang akrab disapa Kang Tamil ini, Sabtu (26/6) kemarin seperti dilansir dari Detikcom.

“Padahal saya yakin Jokowi tidak ikut campur dalam hal ini,” katanya.

Disamping itu, menurut Ketua Umum Forum Politik Indonesia (FPI) ini, pengajuan gugatan tersebut menggambarkan secara nyata pembangkangan Moeldoko sebagai bagian dari pemerintah kepada Presiden Jokowi.

Wanita 40 Tahun dengan Wajah Bayi: Dia Lakukan Ini sebelum Tidur
Cellarin

Seks akan Berlangsung 2,5 Jam; Lakukan Ini Saja sebelum Tidur!
Exxtens
“Saya kira, polemik KLB Deliserdang ini pada akhirnya akan menenggelamkan karir politik Moeldoko. Terlepas dari pengakuannya, bahwa dirinya diminta untuk menjadi ketum atau memang ada indikasi manuver pribadi,” katanya.

“Namun saya kira sebaiknya Jokowi harus membersihkan namanya dari fenomena ini dengan mengganti Moeldoko dari jabatannya sebagai pejabat di lingkaran Istana,” kata Tamil menyarankan.

Diketahui, Kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat Deli Serdang hari ini mengajukan gugatan ke PTUN Jakarta atas keputusan Menkumham yang tak mengesahkan hasil KLB yang digelar 5 Maret lalu itu.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menjadi tergugat dalam perkara tersebut.

“Ini upaya hukum pertama kali yang dilakukan agar kepengurusan hasil KLB ini diakui negara melalui gugatan tata usaha negara ke PTUNJakarta,” kata kuasa hukum kubu Moeldoko, Rusdiansyah, dalam keterangan tertulis, Jumat (25/6).



 
Berita Lainnya :
  • Korupsi Dana Desa 4 Tahun, Penghulu Sungai Majo Pusako Ditahan Kejari Rohil
  • Istirahat Ditepi Sungai Batu Enam Bagansiapiapi, Seorang Nelayan Dimakan Buaya
  • Jenazah Suster Gabriela Dimakamkan di Jayapura, Pratu Ida Bagus Dibawa ke Kalbar
  • Erick Thohir Buka-bukaan soal Utang PTPN Rp 43 Triliun: Ini Korupsi Terselubung!
  • Habis Vaksin Covid-19 Tak Ada Efek Samping, Apakah Antibodi Tak Bekerja?
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Warga NU dan Anshor Diimbau Tak Ikut Demo Tangkap Ahok
    2 Sebelum Membunuh, Ferhat Sempat Antar Istri ke Pasar
    3 Puluhan Ambulans Siaga di Pantai Nongsa Batam
    4 Saat Depan Istana Mencekam: Asap Membubung dan Kobaran Api di Jalanan
    5 Ini Lokasi Titik-titik Api yang Masih Menyala, Termasuk di Taman Aspirasi
    6 Turun Temui Demonstran, Kemeja Wiranto Terciprat Darah
    7 Ahok Minta Pengunggah Video Terkait Al Maidah Diperiksa
    8 Kepalah SMAN 4 Pekanbaru Short Course ke Korsel bersama Kemendikbud
    9 Menang Pilpres, Donald Trump Berjanji Akan Jadi Presiden Bagi Semua Warga AS
    10 Pria Ini Enam Kali Cabuli Anak Tirinya Berumur 9 Tahun, Korban Diiming-imingi Uang Rp 5000
     
    Galeri Foto | Advertorial | Rohil | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 RIAUTERDEPAN.COM, All Rights Reserved
    replica watchesreplica rolex watches