Minggu, 25 Oktober 2020
Follow:  
www.riauterdepan.com  
 
Jaksa Klarifikasi Eks Kepala BPKAD Pekanbaru
Jaksa Klarifikasi Eks Kepala BPKAD Pekanbaru Terkait Pembelian Video Wall
Senin, 18-11-2019 - 20:16:12 WIB

PEKANBARU -  Eks Pelaksana Tugas (Plt) Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan diklarifikasi oleh jaksa penyelidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, terkait dugaan korupsi pengadaan video wall di Dinas Komunikasi Informasi, Statistik dan Persandian Kota Pekanbaru.

Alek datang memenuhi panggilan jaksa penyelidik, Senin (18/11/2019) sekitar pukul 10.00 WIB. Dia langsung menuju ruang penyidik Pidsus Kejati Riau, di eks gedung ICS, Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru.

Diberitakan cakaplah, Alek membenarkan kalau dirinya dipanggil terkait dugaan korupsi pengadaan video wall di Dinas Komunikasi Informasi, Statistik dan Persandian Kota Pekanbaru.

"Saya dimintai keterangan selaku Plt Kepala BPKAD Pekanbaru saat itu. Pertanyaan lebih banyak tentang tugas saya selaku Kepala BPKAD, termasuk proses awal kegiatan (video wall) di Kominfo," kata Alek usai diperiksa.

Alek yang datang mengenakan baju kaos warna hitam menyebutkan, semua pencairan dilakukan ke BPKAD. Namun pencairan dilakuan setelah semua syarat dilengkapi oleh Diskominfo Kota Pekanbaru.

Selama ini, kata Alek, tidak ada kendala dalam pencairan anggaran di BPKAD. "Itu bagian dari pelayanan, pasti sudah lengkaplah. OPD itu kan ada PPK, diperiksa semua. Sistemnya juga tidak manual tapi aplikasi, terkoneksi semua. Kalau dana cukup, bisa diambil semua," papar Alek.

Terkait urusan teknis seperti spesifikasi barang, Alek menegaskan tidak ada kaitan dengan BPKAD. Semua itu dilakukan di OPD.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan menyebut tak hanya Alek yang diperiksa hari ini.

Jaksa penyelidik juga manggil Azmi ST MT selaku Kepala Inspektorat Kota Pekanbaru 2017 hingga 2018. Proses klarifikasi terhadap kedua pejabat itu dilakukan terpisah.

"Kami memanggil sejumlah pihak untuk klarifikasi. Ini bagian dari proses penyelidikan," ujar Muspidauan.

Selain Alek dan Azmi, pemanggilan juga dilakukan pada Ir Yusrizal selaku Kepala Bapeda Kota Pekanbaru 2017 dan Direktur PT Halcom Integrated Solution. Namun hingga siang, keduanya belum datang ke Kejati.

Muspidauan mengatakan akan menjadwalkan pemanggilan ulang. "Kalau tidak datang, tentu akan dijadwalkan pemanggilan ulang," ucap mantan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Pekanbaru ini. (*)



 
Berita Lainnya :
  • Korut Sebut Debu yang Bertiup dari China Mengandung Virus Corona
  • Terduga Kurir Narkoba yang Ditembak Polisi di Pekanbaru
  • Petugas Amankan Belasan Kilogram Sabu
  • Di Eropa Karena Kasus COVID-19 Naik Lebih Dari Dua Kali Lipat Dalam 10 Hari
  • Pasien Covid-19 Lansia Ini Nekat Bunuh Diri Sehari Sebelum Dia Dipulangkan
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Warga NU dan Anshor Diimbau Tak Ikut Demo Tangkap Ahok
    2 Sebelum Membunuh, Ferhat Sempat Antar Istri ke Pasar
    3 Puluhan Ambulans Siaga di Pantai Nongsa Batam
    4 Saat Depan Istana Mencekam: Asap Membubung dan Kobaran Api di Jalanan
    5 Ini Lokasi Titik-titik Api yang Masih Menyala, Termasuk di Taman Aspirasi
    6 Turun Temui Demonstran, Kemeja Wiranto Terciprat Darah
    7 Ahok Minta Pengunggah Video Terkait Al Maidah Diperiksa
    8 Kepalah SMAN 4 Pekanbaru Short Course ke Korsel bersama Kemendikbud
    9 Menang Pilpres, Donald Trump Berjanji Akan Jadi Presiden Bagi Semua Warga AS
    10 Pria Ini Enam Kali Cabuli Anak Tirinya Berumur 9 Tahun, Korban Diiming-imingi Uang Rp 5000
     
    Galeri Foto | Advertorial | Rohil | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 RIAUTERDEPAN.COM, All Rights Reserved
    replica watchesreplica rolex watches