Senin, 29 November 2021
Follow:  
www.riauterdepan.com  
 
Polda Riau Sita Ratusan Tual Kayu Ilegal di Bengkalis
Amankan Anak Jenderal, Polda Riau Sita Ratusan Tual Kayu Ilegal di Bengkalis
Rabu, 17-11-2021 - 11:20:48 WIB
Polda Riau mengamankan barang bukti kayu ilegal di Bengkalis (Dodi/HRC)

RIAUTERDEPAN.COM, RIAU - Kepolisian Daerah Riau berhasil mengamankan Mat Ali alias Anak Jenderal. Komplotan yang dipimpinnya ini merupakan mafia kayu yang melakukan pembalakan liar di hutan lindung daerah Siak Kecil Bengkalis.

Pengungkapan ini dilakukan Tim Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau beberapa waktu yang lalu. Selain pelaku, polisi juga mengamankan kayu hasil penebangan dari hutan lindung yang siap diangkut.
Saat dikonfirmasi, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi membenarkan hal tersebut. Dikatakan Kapolda, saat itu tim menemukan kegiatan pemuatan kayu log di tepi sungai Siak Kecil.
"Benar, kita gulung komplotan illegal logging di Sungai Mandau di Teluk Nibung dan juga Sungai Linau," ujar Kapolda, Selasa (16/11).
Baca Juga: Hingga 16 November, Operasi Zebra Lancang Kuning Polresta Pekanbaru Telah Tindak 212 Pelanggar Lalu Lintas

Baca Juga: Dukung Kemajuan Anak Indonesia! Ayo Tunjuk Tangan Sekarang[PR]

Kapolda mengatakan komplotan mafia kayu yang dipimpin pelaku bernama Mat Ari alias Anak Jenderal. Dia berhasil ditangkap tim gabungan yang dibackup personel Brimob. Operasi penangkapan itu setelah sehari sebelumnya dilakukan patroli udara dan menemukan aktivitas perambah hutan di beberapa lokasi atau koordinat.
Kemudian dilakukan penyisiran dugaan pembalakan liar di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil dan ditemukan barang bukti kayu ratusan tual dengan jenis rimba campuran.

"Ini komplotan pimpinannya Mat Ari alias Anak Jenderal. Itu adalah lokasi yang kemarin saya lihat dari atas (patroli udara,red). Kayu illegal logging dihanyutkan ke sungai oleh kelompok Mat Ari alias Anak Jenderal ini," jelas Irjen Pol Agung.
Kapolda memastikan menindak tegas pelaku perambahan hutan. Penindakan tidak hanya sampai ke pekerja saja, melainkan sampai ke pemodal.
Lanjut Irjen Pol Agung, perambahan hutan menjadi pintu awal terjadinya kerusakan lingkungan di Riau. Semula hutan dirusak lewat penebangan liar. Setelah dijarah kayunya, hutan asri itu kemudian mulai mengering dan mulai dibakar pada musim kemarau.
Tidak sampai 2-3 tahun, hutan yang dibakar itu, berubah menjadi perkebunan yang digarap para pelaku secara ilegal dengan ditanami sawit. Muaranya hutan lindung, kawasan Suaka Margasatwa di Giam Siak Kecil dan Kerumutan itu kemudian menjadi perkebunan.



 
Berita Lainnya :
  • Peringatan HUT ke - 22 Kabupaten Pelalawan Dilaksanakan Di Halaman Kantor Bupati Pelalawan
  • Upacara Hari jadi Rokan Hulu ke 22,Bupati Sukiman Paparkan Raih Penghargaan Pemerintahan
  • KUNJUNGAN POLDA RIAU TINJAU VAKSINASI DI TAMAN KOTA
  • Gubri Resmi Lantik H. Sukiman dan H. Indra Gunawan sebagai Bupati dan Wabup Rohul
  • Rapat Paripurna DPRD Pelalawan Dalam Rangka HUT Kabupaten Pelalawan ke-22 Tahun 2021
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Warga NU dan Anshor Diimbau Tak Ikut Demo Tangkap Ahok
    2 Sebelum Membunuh, Ferhat Sempat Antar Istri ke Pasar
    3 Puluhan Ambulans Siaga di Pantai Nongsa Batam
    4 Saat Depan Istana Mencekam: Asap Membubung dan Kobaran Api di Jalanan
    5 Ini Lokasi Titik-titik Api yang Masih Menyala, Termasuk di Taman Aspirasi
    6 Turun Temui Demonstran, Kemeja Wiranto Terciprat Darah
    7 Ahok Minta Pengunggah Video Terkait Al Maidah Diperiksa
    8 Kepalah SMAN 4 Pekanbaru Short Course ke Korsel bersama Kemendikbud
    9 Menang Pilpres, Donald Trump Berjanji Akan Jadi Presiden Bagi Semua Warga AS
    10 Pria Ini Enam Kali Cabuli Anak Tirinya Berumur 9 Tahun, Korban Diiming-imingi Uang Rp 5000
     
    Galeri Foto | Advertorial | Rohil | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 RIAUTERDEPAN.COM, All Rights Reserved
    replica watchesreplica rolex watches