senen, 14/06/2021
Follow:  
www.riauterdepan.com  
 
Ayah Kandung di Siak Riau Tega Cabuli Anak Kandungnya
Mengaku Dapat Bisikan, Ayah Kandung di Siak Riau Tega Cabuli Anak Kandungnya
senen, 14/06/2021

Mengaku Dapat Bisikan, Ayah Kandung di Siak Riau Tega Cabuli Anak Kandungnya

Ekspos kasus pencabulan oleh ayah terhadap anak kandung sendiri. foto: cakaplah
Riauterdepan.com Siak – Entah apa yang ada di benak IAS (nama samaran).
Warga Kabupaten Siak itu tega mencabuli anak kandungnya sendiri yang masih di bawah umur.

Perbuatan bejatnya terungkap setelah korban, sebut saja mawar (bukan nama sebenarnya), menceritakannya kepada nenek dan tantenya.

Sontak hal ini membuat keluarga mereka geram dengan perbuatan pelaku.
Kapolsek Kerinci Kanan, AKP M Reza mengungkapkan, perbuatan bejat IAS dilakukan di areal perkebunan sawit pada Agustus 2020 lalu. Namun hal itu baru diakui korban pada 24 Agustus 2021.
Saat itu korban menangis dan menceritakannya kepada tante dan neneknya.

BACA JUGA  Pelaku Jambret yang Terekam CCTV di Sumbar Ini Akhirnya Tertangkap, Kedua Kaki Kena DOR

“Mendengar pengakuan dari cucunya sendiri tersebut, nenek korban pergi ke rumah pelaku dan mendapati rumah pelaku dalam keadaan kosong. Diduga pelaku telah melarikan diri,” ungkapnya, Senin (13/9/2021)
Polsek Kerinci Kanan yang mendapatkan laporan mengenai tindak kejahatan itu langsung melakukan penyelidikan.
Setelah tiga minggu melakukan penyelidikan, akhirnya pada Senin (13/9/2021) pukul 11.00 WIB kemarin, pelakunya berhasil ditangkap saat melintas di wilayah Lubuk Dalam.

“Saat diinterogasi, pelaku mengaku melakukan hal bejat itu karena adanya bisikan serta dipengaruhi hal ghaib,” bebernya.

Saat ini pelaku telah ditahan di Mapolsek Kerinci Kanan guna mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya.

BACA JUGA  Renggut Kalung Emas Emak-emak, Jambret di Riau Ditembak Saat Coba Kabur

Pelaku disangkakan Pasal 81 ayat (1) atau (2) dan atau Pasal 82 ayat (1) UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang Jo Pasal 76D dan atau Pasal 76E UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI NO. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.





 
Berita Lainnya :
  • Korupsi Dana Desa 4 Tahun, Penghulu Sungai Majo Pusako Ditahan Kejari Rohil
  • Istirahat Ditepi Sungai Batu Enam Bagansiapiapi, Seorang Nelayan Dimakan Buaya
  • Jenazah Suster Gabriela Dimakamkan di Jayapura, Pratu Ida Bagus Dibawa ke Kalbar
  • Erick Thohir Buka-bukaan soal Utang PTPN Rp 43 Triliun: Ini Korupsi Terselubung!
  • Habis Vaksin Covid-19 Tak Ada Efek Samping, Apakah Antibodi Tak Bekerja?
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Warga NU dan Anshor Diimbau Tak Ikut Demo Tangkap Ahok
    2 Sebelum Membunuh, Ferhat Sempat Antar Istri ke Pasar
    3 Puluhan Ambulans Siaga di Pantai Nongsa Batam
    4 Saat Depan Istana Mencekam: Asap Membubung dan Kobaran Api di Jalanan
    5 Ini Lokasi Titik-titik Api yang Masih Menyala, Termasuk di Taman Aspirasi
    6 Turun Temui Demonstran, Kemeja Wiranto Terciprat Darah
    7 Ahok Minta Pengunggah Video Terkait Al Maidah Diperiksa
    8 Kepalah SMAN 4 Pekanbaru Short Course ke Korsel bersama Kemendikbud
    9 Menang Pilpres, Donald Trump Berjanji Akan Jadi Presiden Bagi Semua Warga AS
    10 Pria Ini Enam Kali Cabuli Anak Tirinya Berumur 9 Tahun, Korban Diiming-imingi Uang Rp 5000
     
    Galeri Foto | Advertorial | Rohil | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 RIAUTERDEPAN.COM, All Rights Reserved
    replica watchesreplica rolex watches