riauterdepan.com -Mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis Hadi Prasetyo, Selasa 23 Februari 2021 petang " />
Kamis, 22 April 2021
Follow:  
 
Mantan Kadis PUPR Lari Usai Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi DIC
Lihat Wartawan, Mantan Kadis PUPR Lari Usai Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi DIC
Kamis, 25-02-2021 - 14:07:07 WIB

Riauterdepan.com -Mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis Hadi Prasetyo, Selasa 23 Februari 2021 petang kemarin menjalani pemeriksaan ulang di Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, Jalan Pertanian.


Saat mendatangi kantor Kejaksaan Hadi Prasetyo mengenakan pakaian ASN-PDH Khaki lengan pendek, tampak masuk kedalam ruang penyidik Pidana Khusus (Pidsus) dari pukul 09.45 WIB dan baru keluar pukul 14.30 WIB. Hadi kembali diminta keterangannya terkait dugaan korupsi pembangunan Duri Islamic Center (DIC) senilai Rp 38,4 miliar, bersumber dari APBD Tahun 2020.


Menjabat sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Bengkalis ini saat diperiksa tampak gugup menjawab pertanyaan penyidik. Terutama terkait adanya SK penunjukan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), yang ditunjukkan. Terdapat tiga orang PPTK yang di SK-kannya.


Dari SK yang diterbitkan Hadi Prasetyo selalu menjawab salah dan tidak mengetahui SK yang sudah dibubuhi tandatangannya. Sebab, dipemeriksaan tersebut, PPTK turut dipanggil dan diperiksa diruang berberda. Pemeriksaan PPTK berakhir hingga malam, sebanyak tiga PPTK dalam mega proyek DIC itu memenuhi panggilan. 


“Aneh, dia menerbitkan tiga SK PPTK tapi justru bingung menjawab. Padahal berkasnya sudah ada pada kita, cuma kita mau tahu lebih dalam saja,"ungkap salah seorang penyidik saat keluar ruangan dan berbicang-bincang dengan sejumlah awak media di ruang tunggu Pidana Khusus.


Tak hanya itu, penyidik Pidana Khusus Kejari Bengkalis juga mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Hadi Prasetyo, salah satunya terkait tiang pancang beton proyek yang diduga tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).


Usai pemeriksaan, Hari Prasetyo tampak keluar terburu-buru dan menghindari wartawan yang hendak memawancarainya. Ia keluar dari pintu samping ruang Pidana Khusus dan langsung masuk ke mobil Mitsubishi X Pander warna Silver yang sudah menunggunya.


“Maaf, saya terburu-buru,”ujar singkat Hadi Prasetyo mengelak wartawan.


Perkara dugaan korupsi pembangunan Duri Islamic Center (DIC) terendus sejak temuan BPK-RI Perwakilan Riau mendapati adanya kelebihan bayar senilai Rp 1,8 miliar. Kegiatan yang dikerjakan oleh PT. Luxindo Putra Mandiri ini sempat dilaporkan LSM, sebelum adanya upaya pengembalian uang hasil temuan BPK-RI.




 
Berita Lainnya :
  • Suap Rp 32,4 M Yang Diterima Juliari Batubara Mengalir Ke Pihak Lainnya, Ini Daftarnya
  • Penyidik KPK Diduga Peras Walikota Tanjungbalai, Firli Bahuri: Kami Zero Tolerance Terhadap Penyimpa
  • KPK Dalami Informasi Penyidik Minta Uang Rp 1,5 M Ke Walikota Tanjungbalai Syahrial
  • Besok Disidang Perdana, Ini Dakwaan JPU KPK Kepada Juliari Batubara Dalam Korupsi Bansos
  • Polri Pastikan Jozeph Paul Zhang Tak Bisa Lari Dari Jerat Hukum Indonesia
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Warga NU dan Anshor Diimbau Tak Ikut Demo Tangkap Ahok
    2 Sebelum Membunuh, Ferhat Sempat Antar Istri ke Pasar
    3 Puluhan Ambulans Siaga di Pantai Nongsa Batam
    4 Saat Depan Istana Mencekam: Asap Membubung dan Kobaran Api di Jalanan
    5 Ini Lokasi Titik-titik Api yang Masih Menyala, Termasuk di Taman Aspirasi
    6 Turun Temui Demonstran, Kemeja Wiranto Terciprat Darah
    7 Ahok Minta Pengunggah Video Terkait Al Maidah Diperiksa
    8 Kepalah SMAN 4 Pekanbaru Short Course ke Korsel bersama Kemendikbud
    9 Menang Pilpres, Donald Trump Berjanji Akan Jadi Presiden Bagi Semua Warga AS
    10 Pria Ini Enam Kali Cabuli Anak Tirinya Berumur 9 Tahun, Korban Diiming-imingi Uang Rp 5000
     
    Galeri Foto | Advertorial | Rohil | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 RIAUTERDEPAN.COM, All Rights Reserved
    replica watchesreplica rolex watches