senen, 14/06/2021
Follow:  
 
Perbuatan Biadab Pembunuh Bocah di Bengkalis
Perbuatan Biadab Pembunuh Bocah di Bengkalis Terbongkar karena Kesaksian Janggalnya Pada Polisi
senen, 14/06/2021

Politikriau.com BENGKALIS - Perbuatan biadab IN (48) tersangka pembunuh bocah lelaki kelas lima SD di Bengkalis warga Desa Ketam Putih terbongkar setelah memberikan kesaksian janggal pada polisi.

Selain itu terungkap pelaku ternyata sudah beberapa bulan mengenal korbannya Riswandi ini.

Hal ini diungkap Kasatreskrim Polres Bengkalis AKP Meki Wahyudi kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (9/7/2021) siang.

Menurut Kasat perkenalan tersangka berawal dari seringnya korban melintas di depan rumahnya saat mengambil air bersama orangtuanya.

Setelah memperhatikan korban dari jauh ada suatu momen korban bertemu langsung dengan tersangka dan berkenalan.

"Kemudian dari perkenalan inilah mereka kemudian intens berkomunikasi. Hingga sampai pada hari kejadian pembunuhan tersebut IN terpikir ingin melakukan sodomi kepada korban," terang Kasat.

Saat itulah tersangka meminta rekannya menjemput korban dan mengantarkannya di tepi jalan desa Sungai Batang yang dijanjikan, Rabu (16/6) malam.

"Di sanalah perbuatan sodomi dilakukan tersangka kepada korbannya, karena korban merasa sakit dan menyampaikan akan melaporkan apa yang dialaminya kepada ayahnya," tambah Meki.

Mendengar kata kata korban ini tersangka takut rahasianya terbongkar, IN langsung mengambil parangnya sepanjang 50 cm meter dan menyerang korban hingga mengakibatkan kematian korban karena luka bacoknya di kepalanya.

Perbuatan IN Terungkap Karena Kejanggalan Keterangan Korban Saat Penemuan Mayat

Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Meki Wahyudi mengatakan pengungkapan perkara ini cukup membutuhkan waktu yang panjang.

Pasalnya dalam kejadian yang terjadi pentunjuk cukup sulit ditemukan.

Pihaknya Kepolisian mencuriga IN berawal dari keterangan IN saat pihak Kepolisian melakukan olah TKP.

Rumah tersangka IN berada sekitar 500 meter dari tempat kejadian, ketika pihak Kepolisian mengali keterangan di lapangan IN mengaku kepada petugas saat malam kejadian sempat mendengar teriakan orang meminta tolong.

"Kita coba menggali informasi ini, yang mengejutkan warga yang tinggal lebih dekat dari TKP malah tidak mendengar ada teriakan tersebut.

Inilah awal kecurigaan kita kepada IN, ditambah lagi saat itu IN mencoba meyakinkan saksi lainnya di sana bahwa teriakan ini ada pada malam itu," tambahnya.

Saat ada kecurigaan ini pihak Satreskrim Polres Bengkalis mengamankan IN, Kamis (17/6) siang.

Kemudian sehari setelah itu dilakukan pengeledahan rumahnya, di sana petugas mendapatkan bong alat hisap sabu, timbangan dan narkoba dalam jumlah kecil.

"Dari temuan ini kami berkoordinasi dengan Satnarkoba Polres Bengkalis dan melakukan penahanan terhadap IN ini," terang Kasat.

Kemudian saat pemeriksaan awal IN tidak mengakui perbuatannya, petugas Satreskrim langsung melakukan penyelidikan mendalam dan berkoordinasi P2TPA Bengkalis serta ahli psikologi dari Pekanbaru.

Selain itu pihaknya juga diback-up dari Polda Riau dan didukung tokoh masyarakat setempat, sehingga alibi tersangka berhasil dipatahkan.

"Pada tanggal 7 Juli yang lalu tersangka tidak dapat bohong lagi, semua alibi tersangka dapat dipatahkan dengan saksi dengan keterangan ahli. Dan akhirnya tersangka jujur mengakui perbuatan pembunuhan ini dengan latar belakang kecemasan rahasianya terbongkar," terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Setelah hampir satu bulan penyelidikan kasus temuan mayat bocah kelas lima SD warga Desa Ketam Putih Kecamatan Bengkalis akhirnya terungkap.

Korban yang diketahui bernama Riswandi (12) ini meregang nyawa karena dibunuh oleh pria berinisial IN (48) warga Desa Sungai Batang Kecamatan Bengkalis.

Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan mengungkap pelaku pembunuhan ini pada, Jumat (9/7) siang melalui ekpos yang dilaksanakan di Mapolres Bengkalis.

Ekpos dilakukan Polres Bengkalis didampingi langsung Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Meki Wahyudi.

Menurut Kapolres pembunuhan dilakukan IN karena takut rahasianya dibongkar oleh korban.

Sebelum pelaku membunuh korban sempat menyodomi  korbannya disekitaran lokasi korban ditemukan meninggal.

"Korban sempat bilang kepada IN setelah di sodomi tersebut, akan melaporkan apa yang dialaminya kepada ayahnya. Karena ancaman ini IN merasa cemas dan meminta korban menunggu di sana karena ingin pergi sebentar," kata Kapolres.

Saat pergi ternyata tersangka mengambil parang yang disimpannya di sekitaran tempat tersebut. Parang tersebut memang sering digunakan IN untuk mencari rumput disekitaran l"Setelah membawa parang IN langsung membacok korban dibagian kepala. Namun korban sempat melakukan perlawanan dengab menangkis serangan tersangka, akibanya tangan korban luka robek cukup dalam dan hampir putus," tambahnya.

Setelah itu tersangka melanjutkan serangannya secara membabi buta dibagian kepala korban yang mengakibatkan luka bacok seluruh kepala korba. Luka yang banyak ini yang menyebabkan kematian korban.

Peristiwa pembuhunan terjadi, Rabu (16/6) malam ini, berawal saat siang sebelum kejadia IN bertemu dengan rekannya di tepi jalan utama Desa Ketam Putih meminta rekannya membawa korban bertemu dirinya malam hari di suatu tempat di tepi jalan Desa Sungai Batang.

"Rekannya yang diperintahkan menjemput korban ini dijanjikan diberikan uang minyak," ungkap Kapolres.

Setelah janjian ini IN langsung pulang ke rumahnya, sore harinya IN pergi mencari rumput untuk makan ternaknya. Sekitar pukul 18.00 WIB tersangka mandi dan pergi ke tempat janjian tersebut sekitar pukul 18.50 WIB.

"Waktu itu sudah ada korban bersama rekannya yang janjian sebelumnya. Kemudian korban dan IN pergi ke sebuah tempat tidak jauh dari tepi jalan tempat mereka bertemu, sementara rekannya yang mengantarkan korban meninggalkan mereka," terang Kapolres.

Ketika tinggal berdua di lokasi tersebut IN kemudian melakukan sodomi terhadap korban. Setelah selesai, korban baru menyampaikan dirinya akan melaporkan apa yang dibuat IM kepada ayahnya.

"Karena merasa terancam dan cemas akhirnya IN melakukan penyerangan terhadap korban. Akibat serangan ini menyebabkan nyawa korban meninggal dunia," terangnya.

Akibat perbuatan tersangka ini dijerat pasal 338 KUHPidana junto pasal 80 ayat 3 junto pasal 76c Undang Undang nomor 17 tahun 2016. Acaman hukuman lima belas tahun penjara.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com




 
Berita Lainnya :
  • Kapolres Pelalawan Ringkus 9 Pembunuhan Di Areal PT.RAPP Kecamatan Teluk Meranti, Di Antaranya 2 Wan
  • FAKTA Penganiayaan Keji Pasutri di Riau, Disulut Besi Panas, 9 Pelaku Gantian Pukul Pakai Cangkul
  • Viral Video Pelakor Ditusuk Istri Sah di Parkiran
  • Oknum Polisi Sumbar Tembak Wanita di Riau Divonis 3,5 Tahun Penjara
  • Gubri Resmi Buka Musda V DPD II Parta Golkar Rohil, Bupati Afrizal Sintong : Pilkada 2024 Menang
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Warga NU dan Anshor Diimbau Tak Ikut Demo Tangkap Ahok
    2 Sebelum Membunuh, Ferhat Sempat Antar Istri ke Pasar
    3 Puluhan Ambulans Siaga di Pantai Nongsa Batam
    4 Saat Depan Istana Mencekam: Asap Membubung dan Kobaran Api di Jalanan
    5 Ini Lokasi Titik-titik Api yang Masih Menyala, Termasuk di Taman Aspirasi
    6 Turun Temui Demonstran, Kemeja Wiranto Terciprat Darah
    7 Ahok Minta Pengunggah Video Terkait Al Maidah Diperiksa
    8 Kepalah SMAN 4 Pekanbaru Short Course ke Korsel bersama Kemendikbud
    9 Menang Pilpres, Donald Trump Berjanji Akan Jadi Presiden Bagi Semua Warga AS
    10 Pria Ini Enam Kali Cabuli Anak Tirinya Berumur 9 Tahun, Korban Diiming-imingi Uang Rp 5000
     
    Galeri Foto | Advertorial | Rohil | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 RIAUTERDEPAN.COM, All Rights Reserved
    replica watchesreplica rolex watches