riauterdepan.com TELUKKUANTAN - Mantan Kabag Umum Se" />
Kamis, 25 Februari 2021
Follow:  
www.riauterdepan.com  
 
Divonis 7 Tahun dan Harus Ganti Kerugian Negara Rp5,8 M
Divonis 7 Tahun dan Harus Ganti Kerugian Negara Rp5,8 Miliar, Mantan Kabag Umum Kuansing Banding
Sabtu, 23-01-2021 - 11:50:10 WIB

Riauterdepan.com TELUKKUANTAN - Mantan Kabag Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, M. Saleh mengajukan banding atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi PN Pekanbaru. Ia divonis penjara 7 tahun, denda Rp300 juta dan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp5,8 miliar.


"Terdakwa atas nama M. Saleh mengajukan banding atas putusan tersebut. Sementara, empat terdakwa lainnya menerima putusan atau tidak banding," ujar Kajari Kuansing Hadiman, SH, MH melalui Kasi Pidsus Roni Saputra, SH, MH di Telukkuantan, Jumat (22/1/2021).


Roni mengaku belum bisa memastikan materi banding dari Saleh. Kendati demikian, Kejari Kuansing juga melakukan upaya banding. "Kita juga banding, materinya mungkin berkaitan dengan uang pengganti," katanya.


Dalam persidangan yang digelar pada 13 Januari 2021 silam, Faisal, SH selaku hakim ketua bersama Rahman Silaen, SH, MH dan Darlina Darwis, SH, MH selaku hakim anggota telah menuntaskan perkara tindak pidana korupsi kegiatan minum makan di Bagian Umum Setda Kuansing tahun anggaran 2017.


Para terdakwa yakni, mantan Plt Sekda Kuansing Muharlius, mantan Kabag Umum M Saleh, mantan bendahara rutin Verdy Ananta, Hetty Herlina dan Yuhendrizal selaku PPTK divonis bersalah. Hukuman yang dijatuhkan bervarias.


Untuk Muahrlius, ia divonis penjara selama 6 tahun dan denda Rp300 juta. Verdy Ananta divonis 6 tahun dan denda Rp300 juta. Sementara, Hetty Herlina dan Yuhendrizal masing-masing divonis 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta.


Anggaran enam kegiatan minum makan di Bagian Umum Setda Kuansing tahun 2017 sebanyak Rp13,3 miliar. Kegiatan tersebut merugikan negara sebesar Rp10,4 miliar.


Seluruh indonesia kaget! Diabetes mudah diobati (lihat di sini)


Kasus ini bermula dari temuan BPK. Ketika ada temuan, para terdakwa telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp2,9 miliar. Kemudian, masih terdapat sisa kerugian negara sebesar Rp7,4 miliar.


Berdasarkan putusan hakim, kerugian negara dibebankan kepada M Saleh sebesar Rp5,8 miliar. Dengan demikian, masih sisa kerugian negara sebesar Rp1,5 miliar lebih.


"Kami akan ekspos ke Kejati dulu, bagaimana tindak lanjut setelah putusan ini," ujar Roni ketika ditanya siapa yang bertanggungjawab atas sisa kerugian negara tersebut.***




Goriau.com 




 
Berita Lainnya :
  • Megahnya 'Istana Firdaus' di Tenayan Raya Pekanbaru
  • 79 Napi Tewas Dalam Kerusuhan di Penjara
  • Israel Tegaskan Akan Lakukan Apa Saja Untuk Hadapi Nuklir Iran
  • Dada Addie MS Sesak Setelah Dengar 4 Nakes Jadi Tersangka Usai Mandikan Jenazah
  • Naik Mobil, Jokowi Picu Kerumunan saat Berkunjung ke NTT
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Warga NU dan Anshor Diimbau Tak Ikut Demo Tangkap Ahok
    2 Sebelum Membunuh, Ferhat Sempat Antar Istri ke Pasar
    3 Puluhan Ambulans Siaga di Pantai Nongsa Batam
    4 Saat Depan Istana Mencekam: Asap Membubung dan Kobaran Api di Jalanan
    5 Ini Lokasi Titik-titik Api yang Masih Menyala, Termasuk di Taman Aspirasi
    6 Turun Temui Demonstran, Kemeja Wiranto Terciprat Darah
    7 Ahok Minta Pengunggah Video Terkait Al Maidah Diperiksa
    8 Kepalah SMAN 4 Pekanbaru Short Course ke Korsel bersama Kemendikbud
    9 Menang Pilpres, Donald Trump Berjanji Akan Jadi Presiden Bagi Semua Warga AS
    10 Pria Ini Enam Kali Cabuli Anak Tirinya Berumur 9 Tahun, Korban Diiming-imingi Uang Rp 5000
     
    Galeri Foto | Advertorial | Rohil | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 RIAUTERDEPAN.COM, All Rights Reserved
    replica watchesreplica rolex watches