senen, 14/06/2021
Follow:  
www.riauterdepan.com  
 
Jadi Tersangka, Kadis Kesehatan Meranti
Jadi Tersangka, Kadis Kesehatan Meranti 'Jual' Alat Rapid Test Covid-19 ke Bawaslu
senen, 14/06/2021
Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Misri Hasanto ditetapkan sebagai tersangka korupsi alat rapid test Covid-19 oleh Polda Riau. Foto: Detik.com

Riauterdepan.com, Pekanbaru - Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Misri Hasanto ditetapkan sebagai tersangka korupsi alat rapid test Covid-19 oleh Polda Riau. Modusnya dengan mengalihkan dan 'menjual' rapid test kepada petugas di jajaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepulauan Meranti.
Kepala Polda Riau melalui Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes (Pol) Sunarto menjelaskan, ada sebanyak 641 paket alat rapid test yang dialihkan oleh tersangka untuk petugas Bawaslu Riau. Padahal, seharusnya alat deteksi Covid-19 itu diperuntukkan terhadap penumpang dan awak laut (pelayaran) di wilayah Meranti.

Paket rapid test tersebut adalah bantuan dari Direktur Pencegahan Penanganan Penyakit Menular Langsung Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI yang didistribusikan melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Pekanbaru.

Tak hanya itu, Misri Hasanto juga diduga memungut uang layanan rapid test dari petugas Bawaslu Kepulauan Meranti dengan total Rp 96.150.000,-. Yakni dari dua kali pelaksanaan test Covid. Pada tanggal 10 November 2020 lalu melalui petugas Puskesmas diberikan layanan kepada sebanyak 191 orang dan dilanjutnya pada 20 November 2020 sebanyak 450 orang petugas pengawasan logistik dan pengawasan Bawaslu Meranti.

"Modus tersangka dengan memalsukan buku-buku atau daftar yang khusus untuk pemeriksaan administrasi dan menggelapkan barang yang dikuasai karena jabatannya dalam pemanfaatan rapid test antibody Covid-19, untuk dikuasai dan mendapatkan keuntungan," terang Sunarto lewat rilis yang diterima RiauBisa.com, Senin (20/9/2021).

Sunarto menjelaskan, tersangka Misri Hasanto ditangkap pada Jumat (17/9/2021) di sebuah penginapan di Jalan Tengku Zainal Abidin, Pekanbaru.

"Selanjutnya dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka dan penahanan di Rutan Polda Riau pada tanggal 18 September 2021," kata Sunarto. (*)





 
Berita Lainnya :
  • Vonis ringan kasus korupsi rugikan negara Rp 114 miliar di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.
  • Anggota Polres Lombok Timur di kediaman Briptu HT yang ditembak rekan sesama polisi Briptu MN.
  • Buntut Kasus Tersangka Ditembak 5 Kali, Kapolres Luwu Utara Diperiksa Propam
  • Sudah Dua Pekan, Misteri Pria Tewas Tangan Terikat di Kampar Belum Terungkap
  • KPK Geledah 4 Tempat di Kuansing, Temukan Dokumen Terkait Suap Bupati Andi Putra
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Warga NU dan Anshor Diimbau Tak Ikut Demo Tangkap Ahok
    2 Sebelum Membunuh, Ferhat Sempat Antar Istri ke Pasar
    3 Puluhan Ambulans Siaga di Pantai Nongsa Batam
    4 Saat Depan Istana Mencekam: Asap Membubung dan Kobaran Api di Jalanan
    5 Ini Lokasi Titik-titik Api yang Masih Menyala, Termasuk di Taman Aspirasi
    6 Turun Temui Demonstran, Kemeja Wiranto Terciprat Darah
    7 Ahok Minta Pengunggah Video Terkait Al Maidah Diperiksa
    8 Kepalah SMAN 4 Pekanbaru Short Course ke Korsel bersama Kemendikbud
    9 Menang Pilpres, Donald Trump Berjanji Akan Jadi Presiden Bagi Semua Warga AS
    10 Pria Ini Enam Kali Cabuli Anak Tirinya Berumur 9 Tahun, Korban Diiming-imingi Uang Rp 5000
     
    Galeri Foto | Advertorial | Rohil | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 RIAUTERDEPAN.COM, All Rights Reserved
    replica watchesreplica rolex watches