Kamis, 22 April 2021
Follow:  
 
Alat Berat dan Mobil di Galian C Tidak Berizin Dibakar Massa
Alat Berat dan Mobil di Galian C Tidak Berizin Milik Oknum PNS Dibakar Ratusan Massa
Rabu, 07-04-2021 - 22:57:47 WIB

Riauterdepan.com BANGKINANG KOTA (RUANGRIAU) - Dipicu kerusakan lingkungan yang terjadi di Desa Salo Timur, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, membuat ratusan masyarakat gerah dan berujung terjadinya pembakaran Selasa (6/4/2021) Pukul 20:45 WIB.


Kapolsek Kuok Ipda Yulanda Alvaleri‎, Rabu, (7/4/2021) membenarkan, telah terjadi tindakan main hakim sendiri di Desa Salo Timur, di Kecamatan Salo oleh masyarakat.


"Galian C tidak berizin ini adalah milik seorang‎ masyarakat ‎bernama Aulia Fajri (42) yang bekerja selaku PNS di  Disnaker Kampar. Pemilik Galian C beralamat  Kelurahan Air Tiris, Kecamatan Kampar," jelasnya.


Lanjut Kapolsek, adapun masyarakat yang datang ke lokasi penambangan pasir dan krikil ilegal tersebut di Desa Salo Timur, diperkirakan  sekitar 300 orang. 


"Permasalahan yang selama ini terjadi adalah pelarangan terhadap penambangan pasir dan kirikil ilegal, baik di darat dan di dalam Sngai Kampar yang selama ini meresahkan masyarakat di dua desa tersebut, baik Desa Salo Timur maupun Desa Sipungguk-Kampar," ungkapnya.


Akibat peristiwa yang terjadi tersebut‎ kerungian yang diderita pemilik Galian C tidak berizin milik Aulia Fajri adalah 1 buah ekskavator (dibakar)‎, 1 buah mobil pick up (dibakar). Kemudian, 1 buah mobil plat merah merek Rush warnah hitam yang digulingkan ke Sungai Kampar.


"Sedangkan api dapat dipadamkan oleh Damkar Kampar setelah datang ke lokasi terbakarnya alat tersebut," jelasnya.


Pemilik Galian C Ilegal akan Diperiksa


Kapolsek Kuok  Ipda Yulanda Alvaleri, menyebutkan terkait atas kejadian ini pemilik galian C tidak berizin ini akan diperiksa. Karena mereka beroperasi di wilayah penduduk tanpa mempunyai dokum perizinan. 


"Begitu juga aksi pembakaran yang terjadi dilakukan massa akan kita periksa," ujarnya.


Ia juga mengigatkan pemilik galian C yang tidak berizin jangan melakukan aktivitas di wilayahnya. "Kami akan menindak aktivitas yang merusak lingkungan. Karena ini merugikan masyarakat, sebab tidak memiliki izin," ucapnya. (*)




 
Berita Lainnya :
  • Suap Rp 32,4 M Yang Diterima Juliari Batubara Mengalir Ke Pihak Lainnya, Ini Daftarnya
  • Penyidik KPK Diduga Peras Walikota Tanjungbalai, Firli Bahuri: Kami Zero Tolerance Terhadap Penyimpa
  • KPK Dalami Informasi Penyidik Minta Uang Rp 1,5 M Ke Walikota Tanjungbalai Syahrial
  • Besok Disidang Perdana, Ini Dakwaan JPU KPK Kepada Juliari Batubara Dalam Korupsi Bansos
  • Polri Pastikan Jozeph Paul Zhang Tak Bisa Lari Dari Jerat Hukum Indonesia
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Warga NU dan Anshor Diimbau Tak Ikut Demo Tangkap Ahok
    2 Sebelum Membunuh, Ferhat Sempat Antar Istri ke Pasar
    3 Puluhan Ambulans Siaga di Pantai Nongsa Batam
    4 Saat Depan Istana Mencekam: Asap Membubung dan Kobaran Api di Jalanan
    5 Ini Lokasi Titik-titik Api yang Masih Menyala, Termasuk di Taman Aspirasi
    6 Turun Temui Demonstran, Kemeja Wiranto Terciprat Darah
    7 Ahok Minta Pengunggah Video Terkait Al Maidah Diperiksa
    8 Kepalah SMAN 4 Pekanbaru Short Course ke Korsel bersama Kemendikbud
    9 Menang Pilpres, Donald Trump Berjanji Akan Jadi Presiden Bagi Semua Warga AS
    10 Pria Ini Enam Kali Cabuli Anak Tirinya Berumur 9 Tahun, Korban Diiming-imingi Uang Rp 5000
     
    Galeri Foto | Advertorial | Rohil | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 RIAUTERDEPAN.COM, All Rights Reserved
    replica watchesreplica rolex watches