Senin, 29 November 2021
Follow:  
www.riauterdepan.com  
 
KPK Geledah 4 Tempat di Kuansing
KPK Geledah 4 Tempat di Kuansing, Temukan Dokumen Terkait Suap Bupati Andi Putra
Senin, 25-10-2021 - 19:12:59 WIB
KPK menetapkan dan menahan tersangka suap Bupati Kuansing, Andi Putra. Grafis: RiauBisa.com/ Yudi.

Riauterdepan.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah 4 lokasi di Kuantan Singingi dalam kasus OTT suap Bupati Kuansing, Andi Putra. Dalam penggeledahan tersebut, penyidik KPK menemukan sejumlah dokumen yang diduga berkaitan langsung dengan dugaan suap perizinan hak guna usaha (HGU) PT Adimulia Agrolestari.
Jurubicara KPK, Ali Fikri menyatakan 4 tempat yang digeledah tersebut meliputi kantor Bupati Kuantan Singingi dan kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kuansing.

Dua tempat lainnya yang telah digeledah adalah kantor Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kuansing serta rumah kediaman pribadi Andi Putra.

"Dari empat lokasi tersebut, ditemukan dan diamankan bukti berupa berbagai dokumen yang diduga terkait rekomendasi dan persetujuan tersangka AP (Andi Putra, red) untuk perpanjangan HGU PT Adimulia Agrolestari," terang Ali Fikri kepada RiauBisa.com, Senin (25/10/2021) sore tadi.

Ali menjelaskan, terhadap temuan dokumen tersebut penyidik selanjutnya akan meneliti untuk memastikan keterkaitannya dengan perkara.
"Dan kemudian dilakukan penyitaan guna melengkapi berkas perkara tersangka AP (Andi Putra, red) dan SDR (Sudarso, red)," jelas Ali Fikri.

KPK pada Senin (18/10/2021) dalam operasi tangkap tangan mengamankan Bupati Kuansing Andi Putra, bersama 7 orang lainnya. Hasil penyidikan menetapkan Andi Putra sebagai tersangka penerima suap.

KPK menetapkan dan menahan tersangka suap Bupati Kuansing, Andi Putra. Grafis: RiauBisa.com/ Yudi.

Adapun tersangka pemberi suap adalah Sudarso yang merupakan pejabat di PT Adimulia Agrolestari. Perusahaan ini sedang melakukan pengurusan perpanjangan hak guna usaha perkebunan kelapa sawit.
Andi Putra diduga menerima janji dan suap sebesar Rp 2 miliar. Namun yang sudah terealisasi menurut KPK berjumlah Rp 700 juta. Uang diberikan agar Andi Putra bersedia menyetujui dan menerbitkan surat tidak keberatan lokasi lahan kemitraan (KKPA) PT Adimulia Agrolestari ditempatkan di Kabupaten Kampar. Padahal perusahaan tersebut berada di Kabupaten Kuansing.

Andi Putra bersama Sudarso telah dilakukan penahanan untuk 20 hari ke depan di rutan KPK Gedung Merah Putih dan rutan Pondam Guntur. (*)



 
Berita Lainnya :
  • Peringatan HUT ke - 22 Kabupaten Pelalawan Dilaksanakan Di Halaman Kantor Bupati Pelalawan
  • Upacara Hari jadi Rokan Hulu ke 22,Bupati Sukiman Paparkan Raih Penghargaan Pemerintahan
  • KUNJUNGAN POLDA RIAU TINJAU VAKSINASI DI TAMAN KOTA
  • Gubri Resmi Lantik H. Sukiman dan H. Indra Gunawan sebagai Bupati dan Wabup Rohul
  • Rapat Paripurna DPRD Pelalawan Dalam Rangka HUT Kabupaten Pelalawan ke-22 Tahun 2021
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Warga NU dan Anshor Diimbau Tak Ikut Demo Tangkap Ahok
    2 Sebelum Membunuh, Ferhat Sempat Antar Istri ke Pasar
    3 Puluhan Ambulans Siaga di Pantai Nongsa Batam
    4 Saat Depan Istana Mencekam: Asap Membubung dan Kobaran Api di Jalanan
    5 Ini Lokasi Titik-titik Api yang Masih Menyala, Termasuk di Taman Aspirasi
    6 Turun Temui Demonstran, Kemeja Wiranto Terciprat Darah
    7 Ahok Minta Pengunggah Video Terkait Al Maidah Diperiksa
    8 Kepalah SMAN 4 Pekanbaru Short Course ke Korsel bersama Kemendikbud
    9 Menang Pilpres, Donald Trump Berjanji Akan Jadi Presiden Bagi Semua Warga AS
    10 Pria Ini Enam Kali Cabuli Anak Tirinya Berumur 9 Tahun, Korban Diiming-imingi Uang Rp 5000
     
    Galeri Foto | Advertorial | Rohil | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 RIAUTERDEPAN.COM, All Rights Reserved
    replica watchesreplica rolex watches