senen, 14/06/2021
Follow:  
www.riauterdepan.com  
 
Penyintas Covid-19 Bisa Alami Serangan Jantung
Waspada! Penyintas Covid-19 Bisa Alami Serangan Jantung Setelah Sembuh
senen, 14/06/2021

Riauterdepan.com JAKARTA - Beberapa penyintas Covid-19 melaporkan kejadian buruk paskasembuh, salah satunya adalah serangan jantung . Apakah ini dampak dari serangan virus corona sebelumnya atau memang penyintas sudah punya faktor risiko untuk mengalami serangan jantung?

Laporan Times of India melaporkan dua orang penyintas Covid-19 mengalami serangan jantung pascasembuh beberapa hari. Padahal, menurut penuturan penyintas, mereka menjalani pola hidup yang sehat.

Adalah Priyansh Rai, berusia 35 tahun, mengalami serangan jantung pertamanya beberapa minggu setelah sembuh dari Covid-19 pada Mei. Kemudian, penyintas berikutnya adalah Rehana Kapoor, 47 tahun, yang juga mengeluhkan serangan jantung diawali dengan nyeri dada hebat.


Bagaimana dunia medis melihat fenomena ini?

Sebuah studi yang dilakukan di Oxford ternyata mengungkapkan bahwa memang ada hubungan antara Covid-19 dengan peningkatan risiko serangan jantung.

"Lebih dari 50% atau 5 dari setiap 10 pasien Covid-19 dengan infeksi parah memiliki peluang atau risiko tinggi serangan jantung pada beberapa hari atau minggu paskasembuh," terang studi tersebut.

Pada beberapa kasus telah dibuktikan juga melalui beberapa studi bahwa mereka yang sama sekali tidak memiliki faktor risiko masalah kesehatan jantung, ketika terinfeksi Covid-19, risikonya meningkat.

Lantas, bagaimana dokter menilai adanya hubungan antara Covid-19 dengan masalah jantung?

Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa virus SARS-CoV2 itu menyebabkan peradangan dalam tubuh dan dapat menjadi masalah serius setelahnya. Bukan hanya paru-paru kerusakan yang diakibatkan virus tersebut, tetapi juga bisa sampai ke otak. Bahkan, penelitian besar-besaran telah menyoroti betapa seriusnya virus ini terhadap kesehatan tubuh.


Nah, jantung pun menjadi sasaran lain dari infeksi virus corona ini. Alasan utamanya ialah peradangan yang meluas dan kerusakan miokard.

Dokter Anil Kumar R, seorang konsultan senior ahli jantung dari Aster Center of Excellence di Cardiac Sciences, Aster Medcity, Kochi, menerangkan bahwa peradangan ekstrem yang disebabkan oleh virus dapat menyebabkan masalah selama infeksi Covid-19 terjadi peradangan akut di pembuluh darah.

"Pembekuan darah ini yang menyebabkan kerusakan dan mengakibatkan masalah jantung. Risiko penyakit jantung pun kami rasa meningkat pada pasien Covid-19 karena peradangan di tubuh mereka meningkat pesat, terlebih beberapa pasien mengalami masalah jantung di saat-saat kritis," terang dr Kumar, dikutip Senin (6/9).

Ia menambahkan, "Sebagian besar kasus serangan jantung pada pasien maupun penyintas Covid-19 itu muncul pada bulan pertama atau setelah pulih."

Parahnya, ketika si pasien Covid-19 memang sudah memiliki komorbid masalah jantung sebelumnya, karena ini membuat mereka rentan terhadap komplikasi Covid-19.

"Virus itu sendiri dapat menyebabkan banyak masalah seperti kerusakan pembuluh darah dan keracunan virus yang memicu penyakit dan melemahkan otot-otot jantung. Ini membuat infeksi Covid-19 menjadi parah dan semakin mengancam," timpal Senior Director-Clinical Cardiology and Research at Medanta, The Medicity, dr Sanjay Mittal.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Dari beberapa laporan medis penyintas Covid-19 yang melaporkan serangan jantung, dokter coba merangkumkan beberapa gejala yang perlu diwaspadai agar para penyintas dapat mengenali tanda-tanda peringatan dan segera melapor ke dokter jika dirasa perlu.

Berikut beberapa gejalanya.

1. Nyeri dada tiba-tiba.

2. Berkeringat, nyeri di sekitar bahu atau rahang.

3. Aritmia atau detak jantung tidak teratur dan tidak menentu.

4. Jantung berdebar tiba-tiba.

5. Pembekuan darah.

"Statistik juga menunjukkan bahwa kasus yang berkaitan dengan meningkatkan risiko serangan jantung atau gagal jantung pada penyintas Covid-19 itu terlihat pada 3 bulan pertama paskasembuh. Jadi, mulai perhatikan semua tanda-tanda yang muncul untuk mengurangi risiko keparahan," tambah laporan tersebut.

Sumber: SINDOnews.com






 
Berita Lainnya :
  • Korupsi Dana Desa 4 Tahun, Penghulu Sungai Majo Pusako Ditahan Kejari Rohil
  • Istirahat Ditepi Sungai Batu Enam Bagansiapiapi, Seorang Nelayan Dimakan Buaya
  • Jenazah Suster Gabriela Dimakamkan di Jayapura, Pratu Ida Bagus Dibawa ke Kalbar
  • Erick Thohir Buka-bukaan soal Utang PTPN Rp 43 Triliun: Ini Korupsi Terselubung!
  • Habis Vaksin Covid-19 Tak Ada Efek Samping, Apakah Antibodi Tak Bekerja?
  •  
    Komentar Anda :

     
     
     
     
    TERPOPULER
    1 Warga NU dan Anshor Diimbau Tak Ikut Demo Tangkap Ahok
    2 Sebelum Membunuh, Ferhat Sempat Antar Istri ke Pasar
    3 Puluhan Ambulans Siaga di Pantai Nongsa Batam
    4 Saat Depan Istana Mencekam: Asap Membubung dan Kobaran Api di Jalanan
    5 Ini Lokasi Titik-titik Api yang Masih Menyala, Termasuk di Taman Aspirasi
    6 Turun Temui Demonstran, Kemeja Wiranto Terciprat Darah
    7 Ahok Minta Pengunggah Video Terkait Al Maidah Diperiksa
    8 Kepalah SMAN 4 Pekanbaru Short Course ke Korsel bersama Kemendikbud
    9 Menang Pilpres, Donald Trump Berjanji Akan Jadi Presiden Bagi Semua Warga AS
    10 Pria Ini Enam Kali Cabuli Anak Tirinya Berumur 9 Tahun, Korban Diiming-imingi Uang Rp 5000
     
    Galeri Foto | Advertorial | Rohil | Indeks
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2016 RIAUTERDEPAN.COM, All Rights Reserved
    replica watchesreplica rolex watches